Miliki Sekolah Tenun Lengkap Dengan Rusunawa, Tanah Datar Benahi Potensi Nagari

Fhoto : Rumah Tenun dan Rusunawa yang terletak di Nagari Tigo Jangko Kecamatan Lintau Buo, Tanah Datar direncanakan akan dibuka oleh Istri Wakil Presiden RI Muffidah Jusuf Kalla pada Mei 2018 akan datang.(ddy)

TANAH DATAR, www.padang-today.com,- Songket, adalah jenis kain tenunan tradisional yang dimiliki oleh bangsa Melayu dan Minangkabau. Songket atau tenun digolongkan dalam keluarga tenunan brokat dengan mengunakan tangan tanpa memakai alat modern.

Tenun kain ini menimbulkan efek kemilau cemerlang, dan bisnis kerajinan tenun seperti songket ini untuk masa yang akan datang semakin menjanjikan, hasil tenun berupa songket yang sangat diminati kalangan berduit ini semakin hari bervariasi dengan motif-motif yang menarik.

Di Kabupaten Tanah Datar, saat ini memiliki tenunan khas daerah Lintau belakangan ini semakin dikenal.

Menjawab tantangan ini, Dekranasda Tanah Datar melalui Dekranas Pusat mendirikan telah mensirikan Sekolah Tenun yang lengkap dengan fasilitas tenun dan tempat tinggal (Rusunawa) bagi peserta didiknya.

Bangunan yang terletak di Nagari Tigo Jangko Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar itu, sekaligus menjadi tempat prosuksi oleh para pengrajin yang sudah memiliki cukup pengalaman dalam memadukan warna, sehingga menghasilkan motif yang menarik dan layak jual.

Assisten I Pemkab Tanah Datar Mukhlis didampingi Kadis Koperindagpastam Abdul Hakim, Kabag Umum Nopendril dan Kabag Humas Dan Protokol Setda Tanah Datar Syahril ketika ditemui media ini di Lintau, Jumat (06/04/18) usai meninjau sekolah tenun itu mengatakan, jika pemkab sedang mempersiapkan peresmian bangunan yang terdiri dari tiga lantai itu.

“Dalam rencana, Ibu Muffidah Jusuf Kalla akan meresmikan bangunan yang terdiri dari 35 kamar. Ini merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat. Untuk gedung produksi merupakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian RI Tahun Anggaran 2017. Sementara untuk bangunan rusunawa bantuan dari Kementerian PUPR RI Tahun Anggaran 2017 lalu,” ucap Mukhlis.

Dua bangunan yang representatif tersebut katanya terlihat sudah memiliki fasilitas yang lengkap dan tinggal menunggu peresmian.

Fhoto : Kehadiran Rumah Tenun Lintau diharapkan mampu membawa produk asli Lintau ke ajang Internasional.(ddy)

“Dengan adanya sekolah tenun dan rusunawa ini diharapkan dapat mencetak pengrajin-pengrajin tenun, dan disinilah potensi daerah dapat digali dan menjadi produk unggulan bagi daerah di bidang songket,” tuturnya.

Mukhlis juga menjelaskan, jika saat ini pengembangan Songket Lintau untuk fashion merupakan unggulan tenun dari Tanah Datar di samping Songket Pandai Sikek yang sudah mendunia.

Pada sentra tenun ini nantinya, ucap Assiaten 1 Pemkab ini, harus diatur secara jelas, sehingga akan tercapai hasil yang maksimal, apa lagi ini didukung oleh tenaga pengajar yang profesional di bidang tenun. Mereka tidak lain adalah putera-puteri Tanah Datar yang sudah dikirim ke sekolah tenun terkenal di Jakarta.

Sementara itu Kadis Koperindagpastam Tanah Datar Abdul Hakim mengatakan, lokasi bangunan ini berdiri diatas lahan seluas 11.710 m2. Dan saat ini sudah berdiri dua bangunan yaitu gedung produksi dan rusunawa.

“Pemkab melalui program Dekranasda Tanah Datar akan terus berupaya mengembangkan potensi daerah sehingga betul betul hal ini menjadi gesung central tenun di Sumatera Barat,” ungkap Abdul Hakim.

Dan pada tahun 2018 ini terangnya, juga akan dilaksanakan Bimbingan Teknis melalui anggaran APBD Tanah Datar yaitu bimtek pewarnaan (pencelupan benang), pembuatan renda songket, tenun pemula dan lain sebagainya.

“Semua itu adalah program pengembangan dari Dekranasda Kabupaten Tanah Datar yang telah membawa nama Tenun Lintau ini ke tibgkat nasional dalam berbagai ajang di luar Tanah Datar,” pungkas Kadis Abdul Hakim.

Abdul Hakim berharap rencana peresmian oleh Istri Wakil Presiden RI pada bulan Mei 2018 mendatang akan dapat terlaksana.(ddy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas