Minat Baca Dan Menulis Sebagai Budaya Akan Memicu Karakter Anak

Membaca-02Jakarta, PADANGTODAY.com – Bertepatan dengan persiapan Indonesia menjadi tamu kehormatan di Frankfurt Book Fair (FBF), Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan (Wamenbud) Wiendu Nuryanti menyerukan kepada generasi muda untuk menjadikan minat baca sebagai budaya. Imbauan tersebut disampaikan Wiendu saat menerima kunjungan Presiden Asosiasi Buku Anak Jerman, Renate Reichstein, di kantor Kemdikbud, Selasa (02/09/2014).

Advertisements

Dalam kesempatan tersebut, Wiendu mengatakan, buku berperan efektif sebagai salah satu cara untuk masuk ke dalam jantung perubahan generasi muda. Dengan menjadikan minat baca dan menulis sebagai budaya, akan memicu karakter dan semangat kompetisi bagi anak-anak. “Di belahan dunia lain, budaya membaca sudah begitu tinggi. Indonesia, sudah saatnya masuk dalam tataran baru yaitu kebangkitan literasi,” katanya.

Wiendu mengatakan, buku anak berperan luar biasa apalagi kalau dikaitkan dengan revolusi mental. Berbagai upaya untuk meningkatkan minat baca di kalangan generasi muda pun dilakukan, salah satunya adalah kompetisi story telling. Dan untuk dapat membaca tidak harus lewat buku. Dengan perkembangan teknologi, anak-anak juga dapat membaca melalui aplikasi yang tersedia di perangkat elektronik.

Untuk mendukung upaya pembudayaan minat baca bagi anak-anak, dalam waktu dekat Kemdikbud berencana membangun perpustakaan anak. Perpustakaan tersebut tidak hanya berisi koleksi buku anak, tapi juga berisi segala macam tren alat-alat permainan edukasi. Wiendu menambahkan, perpustakaan ini merupakan perpaduan museum modern dengan sains. (mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*