Misteri Lobang Jepang di Sungai Limau

Pilbox Jepang Kenegarian Kuranji Hilia, Kecamatan Sungai Limau, Padangpariaman, Sumbar,

Padang-today.com__Lobang Jepang yang berukuran panjang lebih kurang 30 meter dengan ketingian 1,5 meter di Kenegarian Kuranji Hilia, Kecamatan Sungai Limau, Padangpariaman, Sumbar, merupakan salah satu dari sekian banyak terowongan yang dibuat oleh tentara Jepang pada masa pendudukannya ( 1942 – 1945) di wilayah pesisir Barat Sumatera pada era Perang Dunia II.

Lokasi terowongan atau lubang Jepang tersebut berada sekitar 100 meter dari pasar Sungai Limau, dengan memiliki 12 kamar dan panjang 30 meter. Menurut masyarakat setempat dahulunya difungsikan sebagai tempat persembunyian sekaligus posko utama penjajah Jepang.

Dalam Lubang, terdapat kamar kamar, ruang istirahat, dan beberapa meja dari tanah untuk diskusi. saat ini, lubang tersebut telah banyak mengalami kerusakan dan pergeseran tanah akibat bencana gempa beberapa waktu lalu.

Hingga kini kondisi peninggalan penjajahan Jepang tersebut sudah tidak terjamah oleh masyarakat setempat. Dahulunya, sekitar tahun 1980-an dan 1990-an, anak-anak masih sering bermain dan mengunjungi terowongan tersebut.

Sejak Gempa 2009 lalu, kondisi lubang yang sudah mulai merosot akibat getaran dan pergesran tanah dan ada sebagian kamar yang tertimbun oleh material tanah. Lokasi terowongan dianggap tidak layak dan terlihat membahayakan pengunjung. Jarangnya kunjungan, membuat lokasi yang berada di antara perbukitan itu semakin merimba.

Masayarakat setempat yang tidak mau menyebutkan namanya itu bercerita kepada www.padang-today.com, bahwa terowongan tersebut menyimpan mistis yang belum diketahui oleh banyak orang. Hingga kini, belum satu pun penemuan yang bisa membuktikan keberadaan cerita misteri tersebut.

Cerita mitos ini sering dikaitkan dengan keberadaan munculnya benda benda peninggalan jepang seperti senapanpanjang dan samurai yang tidak mempunyai sarung menampakan diri apa bila ada orang pintar (lebih) yang dapat melihat keberadaan benda tersebut. Cerita mistis ini tidak sepenuhnya diamini masyarakat setempat.

“Umur saya sudah 75 tahun, tapi saya tidak tahu asal cerita ini,” kata bapk-bapak di Kenagarian Kuranji Hilia, Kecamatan Sungai Limau, yang enggan disebutkan namanya.

Ia mengaku pernah mendengar cerita tersebut, tapi tidak mengetahui secara pasti terkait asal-usul kisah tersebut. “Dengar-dengar pernah, itu dari cerita orang-orang tua dulu,” katanya.

Lain lagi dengan bapak separoh baya yang kediamannya tidak begitu jauh dari terowongan tersebut mengatakan, dahulunya sering dikelurga kami mendengar derap langkah prajurit dan suara menghardik dari lobang jepang itu.

“Setiap akan memasuki bulan Radhan, orang orang terdahulu dari keluarga kami sering melihat senapan panjang yang diujung sebapan tersebut ada sebilah pisau (sangkur) berjalan mengelilingi terowongan diiringgi dengan pedang panjang (samurai) dengan tidak mempunyai sarung,” kata bapak separoh baya ini yang tidak mau menyebutkan namannya.

Disaaat matahari telah tenggelam, cerita bapak ini, satu senapan dengan samurai bertelanjang berjalan mengelilingi perbukitan terowongan ini. “Padahal tidak ada orang yang memegang benda tersebut, benda itu berjalan sendirinya sampai akhir bulan Ramadhan. Cerita mistis ini, hingga kini belum bisa ditemukan keberadaanya,” kata dia.

Dulunya, lanjut bapak separoh baya itu, sering munculnya benda benda peninggalan jepang, seperti bedil, senapan panjang, lantera, samurai, dan mangkok buat makan serta seragam jepang lengkap dengan atributnya. “Semuanya ini hanya dapat dilihat bagi orang yang mempunyai kelebihan,” ujarnya.

Yang tidak dapat dipercaya, kata dia, terowongan ini menghubungkan dengan pilbox atau benteng pertahanan jepang yang lokasi dipinggir pantai dengan jaraknya tidak begitu jauh dengan lobang jepang tersebut.

“Terowongan yang dikawasan bukit tersebut menghubungkan dengan pilbox (benteng) yang berada di pinggir pantai selatan pasar Sungai Limau,” kata dia.

Pilbox bangunan Jepang ini berdiri dengan ketinggian bangunan dari tanah adalah 1,5 meter dengan ketebalan bangunan rata – rata 25 cm dan berbentuk segi enam dengan masing-masing sisi berukuran 2,10 m dengan diameter atas 4,3 m.

Pilbox bangunan ini arah hadap ke arah Barat dengan pintu masuk berada di sisi timur. Pintu masuk ini berukuran lebar 90 cm, tinggi 1,8 m. Pada bangunan juga terdapat 5 buah lubang tembak pada masing masing sisi (kecuali pintu masuk) yang berukuran panajang 1,3 m x 30 cm. Namun kondisi Bangunan Pilbox jepang saat ini sudah tidak terawat. (suger)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas