Monumen Pahlawan Ampera “Ahmad Karim” Segera di Bangun

33-1
Bukittinggi,PADANGTODAY.com-Memperingati 48 Tahun gugurnya Ahmad Karim,salah seorang pahlawan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat) yang gencar menyuarakan Tiga tuntutan Rakyat (Tritura),pada waktu itu dikawasan penurunan disekitar Jam Gadang,tepatnya diKampung Cina, pada 14 september 1966 silam. Diperingati Minggu  (14/9), diareal Taman Makam Pahlawan Gulai Bancah ,Bukittinggi

Advertisements

Acara peringatan ini dihadiri oleh para tokoh masyarakat, pelaku sejarah,dan Walikota Bukittinggi.Peringatn ini terasa sangat spesial, karena sekaligus ditandai dengan peletakan batu pertama untuk pembangunan monumen peringatan gugurnya Pahlawan Ampera Ahmad Karim ,yang juga merupakan kader Pelajar Islam Indonesia (PII) dan saat itu tercatat sebagai salah seorang siswa di STM Negeri Bukittinggi ditahun 1966 itu .

Ketua Pelaksana acara peletakan batu pertama monumen tersebut ,Asril Manza, yang didampingi oleh Ketua Alumni STM Negeri , Nelson Septiadi, mengatakan, usulan pembangunan monumen peringatan gugurnya Ahmad Karim yang digagas oleh Alumni STM Negeri Bukittinggi ini juga mendapatkan respon yang positif dari Pemko Bukittinggi.

Dalam kesempatan itu , Asril Manza,  juga  menjelaskan kisah perjuangan Ahmad Karim dimasa itu. Saat itu Ahmad Karim muda masih berumur 16 tahun, sebagai salah seorang pelajar dimasa peralihan orde lama ke orde baru dan aktif di Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPPI), Ahmad Karim dan beberapa orang rekan seperjuangannya seperti Handri Zein, Makmur Hendrik sesama pelajar sangat gigih menyampaikan dan menyuarakan Tiga tuntutan rakyat (Tritura) yang sedang disuarakan oleh elemen mahasiswa dan pelajar diseluruh Indonesia saat itu.

“Setelah ditumpasnya pemberontakan G30 S PKI oleh Pemerintah pusat, para pelajar dan mahasiswa juga menuntut diturunkannya harga bahan pokok pangan yang saat itu harganya selangit, kemudian pembubaran Partai PKI beserta ormasnya,serta pembersihan kabinet Dwikora dari unsur PKI,tapi justru akhirnya , Ahmad Karim ditembak oleh oknum yang merasa Ahmad Karim dan rekan-rekannya di KAMI/KAPPI dan PII terlalu kritis menanggapi persoalan nasional itu”,ungkap Asril Manza.

Asril Manza juga menambahkan, rencana pembangunan monumen ini,sebenarnya sudah lama diusulkan,namun baru sekaranglah hal ini bisa kita wujudkan,tuturnya

Sementara itu Ketua Alumni STM Negeri, Nelson Septiadi, juga menambahkan, seiring dengan berdirinya monumen tugu peringatan Pahlawan Ampera ini, selain untuk mengenang peristiwa sejarah, juga diharapkan akan mampu menbangkitkan dan mengibarkan kembali semangat para generasi muda saat ini sebagai penerus bangsa, untuk terus memberikan yang terbaik untuk negri kita ini.

Tentu saja dengan mengambil referensi dari kisah keteladanan generasi muda dimasa lalu yang tidak akan kita jumpai lagi disaat ini,ujar Nelson mengakiri.(doni)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*