Muhasabah Akhir Tahun, oleh Fera Zora Finance Operasional DDS

Teropong.

Teropong.

Advertisements

PADANGTODAY.com-Tahun 2014 tinggal hitungan hari, kebaikan apa yang sudah kita lakukan selama setahun terakhir? Mari kembali memuhasabah perbuatan yang sudah dilakukan tahun ini. Apakah yang sudah kita lakukan sudah bermanfaat bagi kita dan orang lain? Karena perlu diingat selalu bahwa Rasulullah Saw. pernah mengatakan bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

Itu perlu menjadi renungan. Guna meng-upgrade diri untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Hari berganti hari, tahun berganti tahun, tiada terasa begitu banyak hal-hal yang telah diperbuat entah itu baik atau tidak. sementara usia semakin menggiring kepada kematian dan tidak seorang pun yang mengetahui apakah amalannya diterima oleh Allah atau justru tertolak.

Sesungguhnya tugas kita adalah berbuat. Usaha untuk senantiasa lebih baik tentu akan menjadi jalan menjauhi terjerumusnya diri dalam golongan orang-orang yang merugi. Pergantian tahun merupakan momen tepat dan penting untuk introspeksi (muhasabah), melihat kembali apa yang telah kita kerjakan pada masa yang lalu untuk berbuat lebih baik di tahun yang akan datang.

Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, selalu berpikir setiap akan berbuat, sehingga diri tidak langsung berbuat sampai jelas mana yang baik. Melakukan rencana atau meninggalkannya. Kedua, menghisab diri sesudah berbuat. Menghisab diri atas suatu ketaatan yang usai dikerjakan namun kurang memenuhi hak Allah Swt., sehingga diri belum menunaikan amalan tersebut dalam bentuk yang seharusnya.

Hak Allah dalam suatu amalan ketaatan ada enam macam yakni ikhlas dalam berbuat, totalitas dalam beribadah kepada-Nya, mencontoh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam pelaksanaannya, mengakui segala karunia dan anugrah-Nya dan setelah itu mengakui kurangnya dia dalam memenuhi semua itu.

Maka hisab diri, apakah telah memenuhi hal tersebut? Apakah sudah mendatangkan itu semua dalam setiap amalan?
Kemudian, menghisab diri atas setiap perbuatan yang telah dikerjakan, namun meninggalkannya lebih baik dari melakukannya. dan yang terakhir, menghisab diri atas perkara mubah atau kebiasaan yang telah dikerjakan. Apakah mengerjakannya karena mengharapkan wajah Allah dan negeri akhirat? Sehingga ia menjadi orang yang beruntung, atau mengharapkan dunia dan kesenangannya yang sesaat, sehingga ia merugi.
Di ujung tahun 2014 ini, mari bermuhasabah. Menyusun rencana kebaikan apa yang akan dilakukan tahun depan agar tahun depan lebih baik dan lebih terarah dari pada sekarang. (dil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*