Mukhlis R: Musrenbang RKPD Tahun 2015 Memiliki Makna Keberlanjutan Pembangunan Kota Pariaman

Walikoat Pariaman saat membuka acara Muserenbang Kota Pariaman.

Walikoat Pariaman saat membuka acara Muserenbang Kota Pariaman.

Advertisements

PARIAMAN, PADANGTODAY.com-Walikota Pariaman H Mukhlis R mengatakan musrenbang RKPD merupakan tahapan akhir dari rangkaian kegiatan dalam penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Pariaman tahun 2016. Dalam musrembang ditentukan program skala prioritas daerah, karena APBD Kota Pariaman sangat terbatas.

“RKPD tahun 2016 merupakan tahun ke 3 dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah(RPJMD) Kota Pariaman tahun 2013-2018,” kata Mukhlis R saat pelaksanaan musrembang Kota Pariaman, kemarin.

Katanya, musrenbang RKPD tahun 2015 ini memiliki makna yang strategis bagi keberlanjutan dan kesinambungan proses pembangunan di Kota Pariaman, sebagai bagian dari suatu sistem perencanaan pembangunan.

“Keluran dari pelaksanaan musrenbang RKPD tahun 2015 yang dijadikan dasar bagi penyusunan RKPD Kota Pariaman tahun 2016 akan menentukan terhadap pembangunan Kota Pariaman,” ujarnya.

Dikatakan, arah kebijakan pembangunan tahun 2016 tersebut hendaknya dapat ditindaklanjuti dengan mengembangkan program dan kegiatan yang lebih terukur, terperinci, dengan tidak hanya sampai output tapi sampai kepada manfaat dan dampak dari hasil pembangunan.

“Memperhatikan kemampuan fiskal daerah untuk kemudian ditetapkan secara formal dalam dokumen rkpd kota pariaman tahun 2016. Mari kita jadikan musrenbang ini sebagai wadah untuk mewujudkan program-program pembangunan yang lebih berpihak pada masyarakat miskin dengan peningkatan kualitas hidup dan kehidupan masyarakat melalui penguatan struktur ekonomi,” ujarnya.

Lebih jauh disampaikan katanya, fokus pencapaian tahun 2016 ini menjadi sangat fundamental dalam upaya pencapaian visi dan misi Kota Pariaman, karena strategi dan arah kebijakan pembangunan tahun 2015.

Pencapaian kinerja perekonomian yang berbasis pada ekonomi kerakyatan dengan struktur ekonomi yang tumbuh cepat terutama pada sektor perdagangan barang dan jasa yang disertai dengan meningkatnya pemerataan pendapatan diharapkan dapat mengakselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pengentasan kemiskinan lanjutnya, dengan memperluas akses terhadap pemenuhah kebutuhan hidup dan pemerataan pendapatan masyarakat yang didukung dengan program – program pro rakyat yang terpadu, maka diharapkan angka kemiskinan dapat terus diminimalisir dan dientaskan di Kota Pariaman.

Kesinambungan pembangunan jelasnya, hal ini dilakukan dengan melanjutkan serta menyempurnakan program – program tahun – tahun sebelumnya yang dirasa baik dan masih sesuai sehingga pencapaian tujuan pembangunan yang bersifat jangka panjang akan dapat terus terjaga arahnya.

Arah kebijakan pembangunan tahun 2016 tersebut hendaknya dapat ditindaklanjuti dengan mengembangkan program dan kegiatan yang lebih terukur, terperinci, dengan tidak hanya sampai output tapi sampai kepada manfaat dan dampak dari hasil pembangunan.

“Perlu kita mengingat kembali bahwa filosofi dasar dari musrenbang adalah membangun keterlibatan masyarakat dalam setiap detak pembangunan serta bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat. Artinya pembangunan harus benar – benar di lakukan dari, oleh, dan untuk masyarakat,” ujarnya.

Dirinya, sependapat dengan para pakar pembangunan modern bahwa semakin tinggi kepedulian atau partisipasi masyarakat pada proses perencanaan, maka keluaran (output) dan hasil (outcomes) bahkan manfaat (benefit) dan dampak (impact) pembangunan akan lebih optimal.

“Semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan, maka semakin tinggi pula tingkat keberhasilan yang akan dicapai,” ujarnya.

Dirinya, menyadari saat ini, aparatur dan masyarakat di Kota Pariaman sudah semakin mampu mengelompokkan berbagai usulan program dan kegiatan pembangunan. Kepada para peserta musrenbang ia berharap mampu mengelompokkan mana program-program atau kegiatan-kegiatan yang sangat mendesak dan perlu menjadi prioritas untuk dilaksanakan.

Saya percaya untuk bisa memilah–milah berbagai masukan ini memerlukan proses panjang. Masyarakat kita semakin bisa memahami bahwa tidak semua usulan program dan kegiatan dapat dilaksanakan. Karena memang, kemampuan anggaran kita terbatas. Sementara masukan masyarakat kita begitu banyak dan beragam,” ujarnya.

Acara dihadiri Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Ketua Bappeda Provinsi Sumbar Afri Lauddin, Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syafinal Akbar berserta anggota DPRD, Sekda Kota Pariaman Armen, Asisten dan Staf Ahli, Kepala Bappeda Kota Pariaman Fadhli, Kepala SKPD, Camat, dan Kabag di lingkungan Pemerintahan Kota Pariaman, Pimpinan BUMN dan BUMD, LSM dan tokoh masyarakat.

Sementara itu, ketua Panitia Das’ari mengatakan musrenbang ini di selenggarakan selama dua hari dengan jumlah peserta lebih kurang 200 orang dengan narasumber Bappeda Provinsi Sumbar, Ketua DPRD Kota Pariaman dan Bappeda Kota Pariaman .

“Kegiatan musrenbang RKPD ini untuk menyelaraskan prioritas dan sasaran pembangunan kota dengan kebijakan prioritas dan sasaran pembangunan provinsi, mengklarifikasi usulan hasil musrenbang kecamatan dan usulan lain yang masuk sebelum musrenbang Kota Pariaman dilaksanakan,” tambahnya mengakhiri. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*