Mushalla Tertua Dijorong Banda Gadang Mulai Dibangun Kembali

Mushala Baitulrahman Jorong Banda Gadang, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, akhirnya mulai diperbaharui dengan bangunan baru.

Mushala Baitulrahman Jorong Banda Gadang, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, akhirnya mulai diperbaharui dengan bangunan baru.

Advertisements

AGAM, PADANGTODAY.com-Setelah mengalami rusak berat akibat gempa bumi yang melanda Sumatera Barat pada 30 September 2009 lalu, bangunan Mushala Baitulrahman Jorong Banda Gadang, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, akhirnya mulai diperbaharui dengan bangunan baru.

Menurut Agusmar Dt Endah Marajo yang merupakan Ninik Mamak Jorong Banda Gadang, mengungkapkan bahwa pembangunan mushala dengan ukuran 15×16 meter saat ini sudah mulai dikerjakan pembangunannya dan direncanakan selesai pada bulan Ramadhan nanti. Sedangkan untuk biaya pembangunan diperkirakan menghabiskan sekitar Rp 700 juta, dan kita membangunnya melalui swadaya masyarakat dan perantau.

” Mushala Baiturahman ini adalah mushala tertua di jorong Banda gadang, namun akibat gempa bumi yang terjadi beberapa tahun lalu, mengakibatakan sebagian bangunan mushalla rusak, sehingga masyarakat takut untuk menggunakannya. Oleh karena itu, kita selaku masyarakat bersama perantau sepakat untuk bersama-sama membangun mushalla ini kembali,s ehingga dapat dipergunakan untuk kegiatan ibadah sehari-hari dan kegiatan keagamaan lainnya” kata Agusmar Dt Endah Marajo.
Bupati Agam Indra Catri, Minggu (22/2) Kemarin menyempatkan diri mengunjungi pembangunan mushalla tersebut, dan sangat mendukung pembangunan yang dilakukan masyarakat Jorong Bandagadang. Pada kesempatan tersebut, Bupati atas nama pribadi turut membantu pembangunan mushalla dengan menyumbang 50 sak semen.

” Kita berharap semoga pembangunan mushalla ini cepat selesai dan bisa digunakan seperti biasanya, serta saya menghimbau kepada masyarakat untuk kembali merangkul anak kemenakan kita agar kembali masjid dan mushalla dan diajarkan mereka mengaji, shalat, pepatah petitih minang serta silat,” kata Indra Catri.

Bupati menambahkan, shalat merupakan tiang agama dan silat tiangnya budaya, jika tiang-tiang itu tidak dikerjakan, maka akan hancurlah agama dan budaya. Untuk itu, mari kita bersama- sama memperkokoh tiang-tiang tersebut, dengan cara mengajarkan anak shalat, mengaji, silat serta hal-hal lain yang menyangkut agama dan budaya.(martunis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*