Mushroom, Jenis Narkoba Baru

mushroomJakarta, PADANGTODAY.com – Kasat Narkoba Polresta Denpasar, Kompol I Gede Ganefo mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi Mushroom. Mushroom yang dalam bahasa hukum disebut psilosina, diketahui mengandung unsur narkotika.

Advertisements

Maraknya peredaran mushroom membuat Polda Bali gencar melakukan penyisiran terhadap penjual jamur memabukkan itu. Bahkan jamur yang tumbuh dari kotoran sapi ini dinilai sebagai jenis narkoba baru.

“Hasil lab (laboratorium-red)sudah keluar dan positif mengandung narkotika golongan satu,” ujar Ganefo, Kamis (28/8).

Mantan Kapolsek Kuta ini, mengatakan efek dari mengonsumsi mushroom tersebut akan menyebab yang bersangkutan bergembira, berhalusinasi dan bahkan bunuh diri. “Waktu saya Kapolsek Kuta dulu, ada orang sampai bunuh diri. Setelah mengonsumsi mushroom, ujarnya.

Dia menegaskan, pihaknya akan menindak tegas secara hukum yang berlaku apabila ada masyarakat yang terbukti menyimpan atau menguasai dan mengonsumsi mushroom tersebut. Sebab, mushroom sudah diatur dan dilarang oleh Undang – Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika lampiran 46.

“Sekali lagi, kami himbau untuk tidak mengonsumsi atau memproduksinya. Karena sudah ada ancamannya, yaitu pasal 111 dan 112 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 12 tahun penjara. Kita akan tertibkan, apalagi mushroom bebas terjual di Kuta,” katanya.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*