Musim Hujan, Sumbar Kencangkan Sabuk

PADANGTODAY.com-Memasuki akhir bulan Desember, Provinsi Sumatera Barat perlu mengencangkan sabuk. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG) memperkirakan pada akhir bulan tersebut Provinsi Sumatera Barat akan dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terjadi pada bulan Deseember. Kondisi tersebut mengakibatkan Sumatera Barat rawan bencana tanah longsor dan banjir bandang.

Advertisements

Selama bulan November lalu, Provinsi Sumatera Barat telah dilanda tanah longsor dan banjir di beberapa kabupaten dan kota. Kejadian tersebut telah terjadi di Tanjung Raya, Kabupaten Agam dan Pangkalan Koto Baru dan beberapa kecamatan lain di Kabupaten Limapuluh Kota, Solok Selatan, Padang, Bukittinggi, Sijunjung dan beberapa tempat lainnya.

Kondisi geografi Sumatera Barat sangat mempengaruhi kerawananan bencana ini. Rangkaian bukit barisan yang membentang dari utara sampai selatan di Sumatera Barat membuat daerah ini rawan tanah longsor. Kemiringan beberapa lereng yang terjal menyebabkan material mudah bergerak ketika terjadi hujan dengan curah tinggi. Batuan penyusun daerah setempat juga mempengaruhi kerawanan daerah ini. Sifat batuaan sekis yang terliniasi kuat seperti di Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Koto menjadikan daerah tersebut rapuh dan mudah longsor.

Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi(PVMBG) pada bulan Desember 2014 di Provinsi Sumatera Barat, daerah yang rentan terjadi gerakan tanah menengah sampai tinggi di Sumatera Barat di antaranya Kabupaten Solok, Solok Selatan, Kota Solok, Agam, Kota Bukittinggi, Padang Pariaman, Kota Padang, Agam, Kota Bukittinggi, Pasaman Barat, Pasaman, Pesisir Selatan, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kep. Mentawai, Kota Sawahlunto, Sijunjung, Dharmasraya, Limapuluh Kuto dan Tanah Datar. Pada zona ini kemungkinan dapat terjadi pergerakan tanah jika hujan turun dengan curah di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan.

Beberapa daerah lain di Sumatera Barat juga berpotensi terjadi banjir bandang. Berdasarkan data PVMBG, banjir bandang berpotensi terjadi di Kecamatan IV Angkat Candung, Banuhampu, Lubuk Basung di Kabupaten Agam, kecamatan Aur Birugo Tigobaleh di Kota Bukittinggi dan kecamatan Koto Dalam , Lubuk Alung, VII Koto , Batang Anai di Padang Pariaman serta kecamatan X Koto, Batipuh Selatan di Tanah Datar.

Kerugian yang ditimbulkan akibat bencana tersebut tidak sedikit. Tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung 21 November lalu bahkan menimbulkan korban jiwa. Di Kabupaten Agam, bencana tanah longsor yang terjadi pada tanggal 20 November lalu telah menimbun enam rumah dan menyebabkan akses jalan desa terputus. Terlebih untuk bencana tanah longsor yang terjadi di Tanjung Pauh, Desa Tanjung Belit, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Koto, 18 November lalu mengakibatkan jalan utama Riau – Sumatera Barat putus total. Putusnya akses jalan tersebut dapat membuat perekonomian warga Sumatera Barat menjadi lumpuh.

Untuk meminimalisir dampak bencana tanah longsor, masyarakat yang berada di sekitar daerah rawan bencana untuk lebih waspada, terutama saat dan setelah terjadi hujan deras. Jika pada lereng terjadi retakan tanah, jauhi lereng tersebut dan segera lapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) setempat. Masyarakat diharapkan tidak membangun pemukiman di dekat lereng dengan kemiringan sedang hingga terjal dan tidak melakukan aktivitas yang mengganggu kestabilan lereng seperti pemotongan lereng secara sembarangan. Masyarakat diharapkan selalu mengikuti arahan yang diberikan oleh pemerintah daerah setempat dalam menangani tanah longsor.(dil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*