Muslim Kasim Dorong UNP Lahirkan Pememimpin Yang Mumpuni

Muslim Kasim, Fauzi Bahar, dan Rektor UNP.

Muslim Kasim, Fauzi Bahar, dan Rektor UNP.

Advertisements

Padang, PADANGTODAY.com– Tahun 2014 menjadi tahun pembangunan bagi Universitas Negeri Padang dengan delapan buah gedung baru dengan konsep modren. Diakhir tahun 2014 ini beberapa pembangunan infrastruktur akan dimulai pembangunan gedung pusat kegiatan mahasiswa, laboratorium terpadu.

“Pembangunan gedung-gedung baru UNP sesuai tuntutan dan dan kebutuhan pembangunan Sumbar dimasa mendatang. Sehigga dengan adanya pembangunan gedung-gedung baru itu peningkatan mutu para lulusannya dapat lebih dipacu, namun bagaimanapun UNP boleh dikatakan salah satu perguruan tinggi yang terbaik di Nusantara,” ucap Muslim Kasim, Wakil Gubernur Sumatera Barat, saat memberikan sambutan pada Acara Wisuda UNP ke-101 di GOR UNP Sabtu, (27/9/2014).

Atas rencana pembangunan tersebut Wagub Sumbar, Muslim Kasim terdorong untuk meningkatkan perhatiannya kepada universitas hasil konversi IKIP Padang itu sebagai upaya melakukan tindak lanjut berbagai pendidikan karakter, dimana kabupaten dan kota telah membentuk sekolah unggul. Bahkan Muslim Kasim akan merencanakan pertemuan dengan Bupati dan Walikota di UNP dalam waktu dekat ini.

Menurutnya, UNP menghadapi tantangan yang cukup besar dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa. Keberlangsungan bangsa amat ditentukan oleh oleh sumber daya manusianya dan pendidikannya. Karena itu diharapkan generasi pelanjut estafet mestinya lebih baik dari generasi yang memberik estafet.

“Dengan adanya pembangunan fasilitas baru nanti, tentu kualitas perkulihan akan lebih baik lagi. Hal ini juga akan berdampak dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin bagi kesinambunagn pembangunan dan kejayaan bangsa dimasa mendatang,” kata Muslim Kasim, yang juga alumni UNP itu.

Menurut Muslim Kasim, ada tiga poin untuk menjadi pemimpin, pertama ilmu pengetahuan dan keterampilan. Kedua mesti memiliki karakter dan kepribadian yang baik sehingga menjadi sesuatu yang bermartabat. Ketiga seorang pemimpin itu mesti memiliki rasa kecintaan kepada bangsa dan tanah air. Untuk itu, ia berharap, dengan adanya pembangunan infrastruktur gedung-gedung baru nanti, generasi muda akan tumbuh dalam kepribadian yang mandiri, tidak mudah dihasut oleh hal-hal yang merusak pikiran, dan tidak abai lagi memajukan diri.

Muslim Kasim meyakini bahwa langkah-langkah pembangunan gedung-gedung baru UNP akan banyak bermanfaat dalam mewujudkan mutu lulusan yang berkualitas, yang bakal menjadi estefet kepemimpinan kedepan. Demi perubahan dan kebangkitan Indonesia untuk bisa lebih baik.

Pada sesi Sambutan Rektor UNP Yanuar Kiram menjelaskan Program S1 dan D4 Kependidikan, berjumlah 2.295 orang, dan S1 dan D4 non Kependidikan sebanyak 446 orang.

“Sedangkan untuk Program Diploma 3 berjumlah sebanyak 371 orang. Dilanjutkan dengan Program Magister 368 orang, dan Program Doktor 15 orang,” kata Yanuar di GOR UNP Sabtu, (27/9/2014).

Yanuar mengatakan, wisuda yang ke-101 tersebut memiliki makna tersendiri bagi UNP. Yang pertama adalah makna sejarah dan makna pencapaian. Pada kesempatan tersebut, ia juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat kepada UNP. Dimana UNP tetap menjadi favorit, setiap dilaksanakan pembukaan mahasiswa baru.

“Kepercayaan dari masyarakat, adalah salah satu yang menyebabkan UNP tetap bertahan hingga saat ini. Semoga kepercayaan yang diberikan, dapat di jaga UNP,” katanya.

Ia menjelaskan, setelah diwisuda tersebut para mahasiswa akan diberikan masa tunggu selama enam bulan. Dimana saat masa tunggu itu nantinya habis, sedangkan mahasiswa belum mendapatkan pekerjaan, pihak universitas mengimbau agar mahasiswa bersangkutan kembali ke kampus.

“Mahasiswa yang dalam waktu enam bulan belum mendapatkan pekerjaan, diharapkan untuk datang kembali ke universitas. Karena di universitas informasi tentang pekerjaan juga banyak didapatkan,” katanya.

Selain wisuda, dalam kegiatan itu sekaligus juga dilakukan dies natalis yang ke-60 tahun UNP. Diawali dengan sejarah lahirnya dengan nama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) Batusangkar, pada 1 September 1954.

Dari nama PTPG namanya kemudian menjadi FKIP Unand, lalu IKIP Jakarta cabang Padang, IKIP Padang, hingga kemudian menjadi UNP. Sehingga atas kinerja tersebut, ia mengucapkan rasa terima kasih kepada tokoh yang telah berjuang membangun Universitas Negeri Padang.

“Melalui program dan tujuan yang jelas, UNP berupaya untuk menyiapkan calon berkompeten, mengisi kekurangan guru tersebut. Selain itu tekhnik UNP salah satu yang terbaik di Sumatera dalam menyiapkan guru kejuruan, bersama dengan Univeristas Negeri Medan,” ujarnya.(can)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*