Muslim Kasim: Ninik Mamak Mesti “Saciok Bak Ayam, Sa Daciang Bak Basi”

 

Advertisements
Muslim Kasim berfoto bersama dengan niniak mamak.

Muslim Kasim berfoto bersama dengan niniak mamak.

gala1 gala2 Muslim-Kasim

PADANG, PADANGTODAY.com-Ninik mamak mesti saciok bak ayam, sa daciang bak basi, satu kata sepakat dalam menumbuh kembangkan pembangunan di Nagari. Kita mesti mengusulkan aturan-aturan dalam bentuk peraturan nagari dalam menjaga budaya dan menjamin karakter generasi muda di nagari agar kampuang kita tidak tercoreng dengan hal-hal negatif pengaruh globalisasi saat ini.

Hal ini disampaikan Wagub Muslim Kasim pada saat menghadiri acara Malewakan Gala Dt. Rangkayo Mulie Suku Guci Koto Marapak Nagari Koto Tinggi Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman kepada Zukirman, Sabtu siang (21/2). Hadir dalam kesempatan itu Ketua DHD 45 Sumbar, Ketua Harian LKAAM Padang Pariaman, para ninik mamak dan bundo kanduang disekitar daerah tersebut.

Muslim Kasim Dt. Sinaro Basa lebih jauh menyampaikan, saat ini kita merasa malu terhadap tingkah remaja kita yang berpakaian tidak senonoh, nampak pusar, ikut-ikut narkorba serta merupakan budaya dan tradisi di kampung yang kadang juga mengabaikan prilaku terhadap orang tua. Jika ini dibiarkan tentunya generasi muda kita akan kehilangan jati diri dan karakter yang baik dalam menata kehidupan yang lebih baik sesuai ABS-SBK, Syarak Mangato, Adaik Mamakai.

Karena itu apa apa yang dikatakan dalam sunah dan Al Qur’an dalam adat mesti dipakaikan, sehingga akan menjadi sejalan dunia dapat akhirat dapat pula. Saat ini kita masih mempertanyakan program ABS SBK yang belum terimplementasi secara baik dalam kehidupan masyarakat kita. Sebelum semua terlambat, kita mesti segera berbenah diri sebaik mungkin.

Untuk para ninik mamak mesti kompak dan sepakat, bagaimana dalam memuluskan keinginan tersebut harus menentukan sikap dalam mendorong anak kemenakan menjadi wakil rakyat di DPR, DPRD. Sekarang kita lihat di daerah Koto Marapak ini tidak ada satupun tokohnya yang ada di DPRD. Ini sesungguhnya sebuah pukulan yang harus dijawab semua masyarakat kaum suku Guci dan suku-suku lainnya di Koto Marapak ini, kenapa dan ada apa ?, ujarnya

Muslim Kasim juga menyampaikan, tahun-tahun kedepan setiap nagari akan di kucurkan dana sebesar 1,4 Miliar pertahun, dana ini langusung diserahkan pada Nagari dalam meningkatkan pelayanan dan pembangunan di Nagari. Peran semua komponen masyarakat termasuk ninik mamak mesti terdepan menentukan apa-apa yang baik dalam manjaga dan memajukan kesejahteraan masyarakat di dalam nagari.

Kita berharap nagari-nagari yang ada di Sumatera Barat dapat menjadi contoh yang baik dalam memajukan pembangunan daerah, dibandingkan daerah-daerah lain di Indonesia. Oleh karena itu semua kita mesti terlibat secara aktif dalam setiap pelaksanaan pembangunan di nagari sesuai peran dan fungsinya masing-masing.

Tahun ini kita akan menyelenggarakan Pilkada serentak dan ada sekitar 234 daerah melakukan pemilihan kepala daerah gubernur, bupati dan walikota, termasuk di Sumatera Barat, gubernur dan 13 kab/ko. Mari kita sukseskan secara bersama-sama dengan memilih pimpinan yang dekat dan perhatian kepada kesejahteraan kita sendiri.

Karena tentukan pilihan dari sekarang, jangan ragu-ragu terhadap tokoh yang dekat, merakyat dan perhatikan juga ninik mamak kita yang telah siap, punya pengalaman, ingat kampung halaman, ingat ninik mamak, ingat …! , ujarnya berharap.(rel/dil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*