Muslim Kasim: Peringatan Maulid Nabi Suatu Kebaikan dalam Islam

Wakil Gubernur Sumbar, H Muslim Kasim

Wakil Gubernur Sumbar, H Muslim Kasim

Advertisements

Padang, PADANGTODAY.com-Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sangat dibolehkan dan merupakan suatu kebaikan dalam Islam, serta tidak ada satu pun dalil yang melarang kegiatan keagamaan yang bertujuan untuk mengingat 12 Rabiul Awal sebagai moment hari kelahiran nabi akhir zaman tersebut.Perayaan Maulid Nabi yang dilakukan umat Islam setiap tahunnya di berbagai belahan dunia oleh lintas generasi, sebenarnya hanyalah ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT dengan diutusnya Rasulullah untuk menyelamatkan keimanan umat manusia.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat, H Muslim Kasim, saat memberikan sambutan pada Maulid Nabi Muhammad SAW, di Mesjid Nurul, Puruih Baru, Padang Utara, Minggu (11/1).

“Kalaulah kita boleh mengungkapkan rasa syukur atas nikmat nasi yang kita makan, air yang kita minum, udara yang kita hirup, maka mengapakah kita tidak boleh mensyukuri nikmat Allah yang lebih besar dan lebih agung dari itu semua? Bukankah kelahiran dan keberadaan Rasulullah SAW di dunia ini telah menyelamatkan sekian banyak manusia dari siksa api neraka yang kekal abadi? Inilah inti dari makna peringatan mauled nabi sepanjang zaman,” ujar Muslim Kasim.

Menurutnya, sangat tidak etis melarang peringatan maulid Nabi SAW, disamping tidak ada dalil yang valid yang menunjukkan haram merayakan maulid, para ulama malah banyak sekali menyebutkan dalil akan bolehnya merayakan maulid, baik itu dari Al-Qur’an, Hadits, Qawa’id Fiqhiah dan Ijma’ ahli ilmu.

Para ulama, sejak zaman Sultan Al-Muzhaffar dan zaman setelahnya hingga sekarang ini menganggap bahwa perayaan maulid nabi adalah sesuatu yang baik (mustahsan). Karena itu peringatan maulid nabi, yang biasa diadakan pada bulan Rabiul Awal menjadi tradisi umat Islam di seluruh dunia, dari masa ke masa dan dalam setiap generasi ke generasi.

“Kalau seandainya perayaan maulid ini suatu yang tidak baik menurut agama, pastilah ulama-ulama terdahulu tidak akan sepakat dan pastilah mereka mengingkarinya, memerangi dan memberi peringatan keras. Karenanya, para ulama menyimpulkan tidak ada dalil yang mengharamkan perayaan maulid.

Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Muslim Kasim yang didampingi Buya Bagindo M Letter menyerukan agar masyarakat mengambil momentum ini untuk meneladani pikiran, ucapan, dan tindakan Rasulullah. Jokowi meyakini, jika masyarakat mampu mendalami ajaran Nabi Muhammad SAW, Ranah Minang akan menjadi provinsi beradab, makmur, dan sejahtera.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*