Musrenbang Menuju Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat

Padang-today.com_Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dilakukan setiap tahun berikutnya. Musrenbang Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, diawali dengan Musrenbang pada tingkat desa atau nagari dan selanjutnya tingkat kecamatan.

Pada prinsipnya, usulan disusun dan disampaikan secara berjenjang/bertingkat mulai dari level yang terendah. Data usulan dari semua dari tinggkat terendah yang terkumpul dalam musyawarah dan ditunagkan dalam satu dokumen berupa daftar usulan kegiatan.

“ Semua aspirasi yang masuk melalui Musrenbang akan ditampung bersama dengan usulan kegiatan dari setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah ‘SKPD’. Forum ini merupakan pembahasan usulan-usulan yang masuk, merupakan sarana dan fasilitas untuk melakukan koordinasi antara Kecmatan dengan SKPD yang bersangkutan,” kata Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur usai memberikan sambutan pada acara Musrenbang RKPD beberapa waktu lalu di Hall Kantor Bupati Padang Pariaman.

Menurutnya, Musrenbang RKPD merupakan salah satu tolak ukur utama dalam mengevaluasi serta mewujudkan visi misi Kabupaten Padang Pariaman yang telah ditetapkan sebelumnya dan sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. Untuk itu, dengan Musrenbang dapat melihat sejauh mana pencapaian kinerja pemerintah daerah itu.

Katanya, berbagai pencapaian yang telah diraih oleh daerah itu, tingkat laju pertumbuhan ekonomi dari tahun 2016 yang berkisar 5,52 persen meningkat menjadi 5,59 persen pada tahun 2017. Pencapain itu, memang masih ada beberapa indikator diantaranya yang masih berada di bawah pencapaian rata-rata provinsi dan nasional.

“ Jadi ini lah tantangan kita ke depannya, sehingga bagaiman kita nantinya juga bisa lebih bekerja keras lagi, sehingga kita bisa melebihi pencapaian yang kita raih selama ini,” ujarnya.

Selain itu, Produk Domistik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan harga berlaku yang berkisar 17,53 tahun 2016, meningkat menjadi 19,20 persen di tahun 2017. Begitu juga dengan PDRB perkapita naik dari 11,69 tahun 2016 meningkat menjadi 12,35 persen tahun 2017.

Demikian pula indikator IPM Padang Pariaman sejauh ini masih berada di bawah rata-rata provinsi dan nasional. Namun demikian terus meningkat dari tahun ke tahun. Sebagai contoh IPM Padang Pariaman tahun 2016 berkisar  68,44 persen serta meningkat 68,90 persen tahun 2017, selanjutnya diprediksi  bisa meningkat menjadi 69,50 persen tahun 2018 serta menjadi 70,50 persen tahun 2019.

“Begitu pula angka melek huruf di bawah usia 15 tahun yang berkisar tahun 2016, 98,90 persen tahun 2016 meningkat menjadi 99,09 persen pada tahun 2017. Makanya ke depan harapan kita tidak ada lagi anak di bawah usia 15 tahun yang tidak merek huruf di Padang Pariaman,” terangnya.

Demikian juga dengan rata-rata lama sekolah yang masih berada di bawah rata-rata provinsi dan nasional, yaitu berkisar lama 13,55, tahun 2016 dan meningkat menjadi  13,56 tahun 2017.

Kemudian, angka harapan hidup juga terus meningkat dari 60,80 tahun menjadi 2016 menjadi 69, 70 tahun pada tahun 2017,

“Karena itulah kita akan selalu melakukan evaluasi dari tahun ke tahun, tentunya demi kepentingan seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Padang Pariaman ini,” terangnya.

Pada kesempatan itu, ia meminta semua pihak terkait di daerah itu, agar bersama-sama mendukung program Pemkab Padang Pariaman dalam rangka mewujudkan visi misi sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.

Sementara, Ketua Bapelitbangda Padang Pariaman, Ali Amran dalam laporannya menyebutkan, bahwa hasil Musrenbang RKPD tersebut nantinya bakal dijadikan sebagai wadah forum musyawarah antara  seluruh pemangku kepentingan guna membahas RKPD menjadi rancangan akhir rencana kerja pemerintah daerah.

Ditempat terpisah, Walinagari Kuranji Hulu Muhammad Shaur mengatakan, pelaksanaan Musrenbang sangatlah penting untuk menggali aspirasi masayarakat. Artinya, program kerja yang disusun untuk tahun depan, datang langsung dari masayarakat dan penyusunannya harus memperhatikan kebutuhannya masyarakat.

Selain melalui Musrenbang, pihaknya juga harus rutin turun ke masyarakat untuk menjaring aspirasi masyarakat. Dari masayarakat semua masukan tentang pembangunan di daerah itu.

Tampak hadir dalam kesempatan itu, Kajari Pariaman Efrianto, jajaran Polres Padang Pariaman, sejumlah anggota  DPRD Kabupaten dan Provinsi Sumbar, Bappeda Provinsi Sumbar, serta para camat, jajaran walinagari, SOPD dan instansi vertikal lainnya. (suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas