Mutasi Bergulir di Kabupaten Solok

.
.

* Sebanyak 23 Kepala Sekolah Diganti

.

SOLOK, PADANG-TODAY.COM
.

Keran mutasi pejabat mulai mengalir deras di Kabupaten Solok. Layaknya sebuah konser band terkenal, penampilan perdana selalu dimulai dari grup band lokal pada strata papan bawah dan papan tengah. Penampilan grup papan atas selalu di akhir acara sebagai pamungkas yang menjadi tajuk utama. Sinonim itu agaknya diabadikan pada mutasi pejabat di Kabupaten Solok saat ini. Mutasi dimulai dari eselon terbawah di lingkup Pemkab Solok.

Kemarin, para kepala sekolah menerima “galodo mutasi” tahap awal. Sebanyak 23 kepala sekolah tingkat SLTA (SMU dan SMK) lengser. Jumlah itu terbilang sangat besar karena di Kabupaten Solok ada 32 SLTA. Berarti, hanya 9 kepsek yang kursinya aman untuk sementara waktu. Dari 23 jabatan yang diganti, 11 orang dicopot dari jabatannya dan kembali menjadi guru biasa. Lalu, 12 orang lainnya dirotasi ke sekolah lainnya.

Pengganti 11 orang yang dicopot berasal dari 8 orang guru biasa yang naik jabatan. Sementara 3 orang lainnya merupakan mantan kepsek yang sempat “dicopot” dari jabatannya di masa kepemimpinan Syamsu Rahim-Desra Ediwan Anantanur.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Zulfadli mengatakan serah terima jabatan akan dilaksanakan di sekolah masing-masing. Sementara surat Keputusan (SK) mutasi tersebut sudah ditandatangani Bupati Solok Gusmal.

“Sebelum ini, kita sudah memanggil seluruh kepsek yang masuk dalam daftar pergantian untuk mengambil SK,” ujarnya.

Kepala Sekolah yang dicopot dan diganti dengan pejabat baru adalah SMAN 1 Gunung Talang, SMAN 2 Gunung Talang, SMAN 1 X Koto Singkarak, SMAN 1 Junjung sirih, SMAN 1 Bukitsundi, SMAN 1 Payung Sekaki, SMAN 1 Lembah Gumanti, SMAN 1 dan SMAN 2 Hiliran Gumanti, SMAN 1 Danau Kembar serta SMKN 2 Lembah Gumanti.

Bupati Solok Gusmal menekankan mutasi jabatan merupakan hal yang biasa. Dia menegaskan hal itu bukan imbas dari politik, tapi telah melalui kajian mendalam. Ia juga meminta kepada kepada seluruh kepsek yang diganti tidak patah arang, tapi berbuat yang terbaik bagi dunia pendidikan di Kabupaten Solok.

“Pilar pendidikan merupakan satu elemen penting dari 4 pilar yang menjadi fokus pembangunan Kabupaten Solok. Karena itu, kami meminta kepada seluruh kepsek yang baru, segera menyesuaikan diri dengan sekolah yang baru dan menjaga amanah yang telah diberikan,” ujarnya. (*)

[RIJAL ISLAMY]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas