Nagari Panampuang Menuju Desa Model

H Febby Datuk Bangso: Tahun 2019, Fokus  Pemberdayaan

H. Febby Datuk Bangso, Staf Khusus Kebijakan Strategis Kemendes PDTT

Agam, PADANG-TODAY.com-Kebijakan Membangun Indonesia dari Pinggiran, menjadi acuan utama bagi Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi  (Kemendesa PDTT). Aplikasinya, diwujudkan dalam program Desa Mandiri.

“Desa-desa yang berpotensi menjadi Desa Mandiri, terlebih dahulu diarahkan dan dikelola dalam program Desa Model,” kata H Febby Datuk Bangso, Staf Khusus Kemendesa PDTT, dalam silaturrahmi dengan masyarakat di Nagari Panampuang, beberapa waktu lalu.

Menurut Zulhendra, S.HI, Walingari Panampuang, Kec Ampek Angkek, Kab Agam, saat ini nagarinya ingin menjadi  Nagari Madani, Mandiri dalam Kebersamaan. “Kami ingin, nagari ini bisa menjadi nagari model, atau desa model,” katanya.

Ia menyebutkan, potensi untuk menjadi nagari (desa) model, tidaklah berlebihan.  Industri Kreatif yang ditargetkan  menjadi Prukades atau Produk Unggulan Desa terus berkembang.  Industri kreatif diantaranya  Usaha Makanan Pangan Lokal, Sulaman, Industri Ukiran Perabot.

Usaha  pengembangan produk lokal, khususnya sulaman tradisional di Nagari Panampuang, pernah mendapatkan bantuan berupa  Program  Pilot Inkubasi Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PEL).

Sulaman tradisional akan jadi ikon nagari. Produk Unggulan Desa  ini dikelola  Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag/BUMDesa) Nagari Panampuang.  Hampir tiap rumah tangga  di Nagari Panampuang bergerak mengelola sulaman.  Potensi ini diharapkan  meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat nagari. Pendapatannya sekaligus menjadi sumber pendapatan nagari.

Nagari Panampuang memanfaatkan dana desa sejak 2015. Saat ini berada di posisi  7 dari 15 Besar sebagai Desa Model di Indonesia. Satu-satunya di Sumatera Barat. Capaian tersebut didasarkan pada  kajian tim penilai dan Verifikasi Desa Model Kementrian Desa PDTT. Aspek yang menjadikan capaian tersebut terkait dengan  nilai pembangunan, ketepatan penggunaan dana desa, transparansi, tata kelola pemerintahan, partisipasi masyarakat serta  pemberdayaan masyarakat yang tinggi.

Menurut Haji Febby, sapaan akrab H. Febby Datuk Bangso, potensi ekonomi lokal yang dimiliki Nagari Panampuang harus dijelaskan ke publik dan dijadikan sebagai  target  produk unggulan desa, yang dikelola oleh BUMDesa/BUMNag Panampuang.

“Tahun anggaran ini, kita akan  fokus dan berupaya memperbanyak porsi kegiatan pemberdayaan dan pembangunan sesuai  Prioritas Arah Kebijakan penggunaan Dana Desa,” kata tokoh muda asal Sumatera Barat tersebut.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas