Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan Dapat Kucuran Dana Dari Kementerian PUPR 4 Miliyar

Padang-today.com__Pertumbuhan dan perkembangan suatu kota/daerah selalu diiringi dengan dinamika perkembangan masyarakatnya yang dapat dilihat dari perkembangan kegiatan masyarakatnya.

Konsekuensi dari perkembangan tersebut akan memberikan dampak terhadap perkembangan dibidang lainnya antara lain perkembangan dibidang ekonomi, transportasi dan perkembangan fisik dari kota/daerah itu sendiri.

Kabupaten Padang Pariaman memililki Situs Cagar Budaya Makam Syekh Burhanuddin. Lingkungan Kawasan Situs itu merupakan bagian wilayah Kecamatan Ulakan Tapakis yang merupakan salah satu dari 17 (tujuh belas) kecamatan yang ada di Kabupaten Padang Pariaman.

Situs Cagar Budaya Makam Syekh Burhanuddin yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi sendiri terletak pada Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan, yang kemudian menjadi pusat perhatian setelah Syekh Burhanuddin mengembangkan agama Islam serta mendirikan Surau sebagai pusat pendidikan Islam di Minangkabau pada masanya ini perlu dilestarikan eksistensinya.

Lingkungan Kawasan Situs ini lah pihak pemerintah setempat berupaya untuk melakukan  pengembangan Kawasan Wisata Religi pada Makam Syekh Burhanuddin dengan pemberdayaan masyarakat di Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan sebagai salah satu alternatif mata pencaharian. Dengan melibatkan partisipasi masyarakat dikawasan itu agar dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Baru-baru ini, pihak pemerintah menggelar pertemuan dengan masyarakat setempat terkait dengan pengembangan kawasan makam Syekh Burhanuddin Manggopoh Palak Gadang Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis.

Pertemuan dan sosialisasi dipimpin langsung oleh Sekdakab Padang Pariaman, Jonpriadi dan didampingi oleh pimpinan OPD terkait yakni, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, Dinas Pekerjaan Umum serta Inspektorat setempat.

Sekdakab, Jhonpriadi mengapresiasi sikap masyarakat yang mendukung sepenuhnya pelaksanaan pembangunan kawsan Makam tersebut.

“ Kami atas nam pemerintah daerah sangat berterimaksih kepada seluruh komponen masyarakat Ulakan Tapakis yang telah mendukung program pemerintah, terutama dalam pengembangan kawasan Makam Syekh Burhanuddin ini,” kata Jhonpriadi pada saat sosialisasi pengembangan kawasan Makam Syekh Burhanuddin di Surau Genteng Komplek Makam Syekh Burhanuddin, Selasa, (10/9).

Untuk pengembangan kawasan itu, kata Jhonpriadi, pihaknya dapat kucuran dana dari pihak Kementerian PUPR senilai 4 miliyar untuk tahap pertama dari dana APBN tahun 2019. Dana sebesar itu akan digunakan untuk pembangunan ‘Los Lambuang’ atau warung kuliner sebanyak 3 (tiga) unit dengan ukuran 15×33 m.

Terkait dengan hal itu, kata dia, pihak pemerintah sangat perlu mengadakan pertemuan itu dengan semua elemen masyrakat agar pengembangan kawasan itu dapat terlaksana.

“Syukur Alhamdulillah, dengan adanya pertemuan ini masyarkat setempat sangat meyambut positif atas sikap yang akan dilakukan oleh pemerintah untuk pengembangan kawsan tersebut,”

Menurutnya, dengan dibangunnya kedai atau Los nagari itu membawa dampak yang cukup luas pada kawasan sekitarnya, baik berupa berkembangnya aktifitas ekonomi masyarakat setempat,

“Pembangunan tahap 1 dimulainya rehabilitasi pasar Rabaa Nagari Mangopoh Palak Gadang,” ujarnya.

Sabri, dt. Bandaro mewakili Niniak Mamak Nagari mengatakan, Makam Syekh Burhanuddin sejak tahun 2012 sudah ada rencana pengembangan dan penataan kawasan seluas 11,6 Ha. Namun, berkat kesabaran masyarakat setempat rencana itu dapat diwujudkan dalam tahun ini.

“Dalam penantian yg cukup panjang, rencana itu baru dapat terwujud pada tahun ini. Mudah-mudahan proses pemindahan dan relokasi dapat berjalan dengan baik sesuai keinginan kita bersama,” ujarnya.

Ia mengatakan, Nagari Ulakan berada di Kecamatan Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman, telah lama dikenal sebagai kawasan pusat pengembangan agama Islam di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya.

Salah satu kegiatan yang terkenal yakni ber-Syafar (dalam Bahasa Minang disebut basafa). Basafa, berupa kunjungan ziarah ke Kawasan Makam Syekh Burhanuddin sebagai Ulama Besar Syatariah.

Ia berharap, terkait dengan pembangunan itu dapat dilaksanakan setelah acara Basafa.  “masyarakat meinginkan pelaksanaan pembangunan dapat dimulai setelah acara basafa, agar kegiatan basafa yg merupakan kunjungan ziarah makan dan terjadinya transaksi jual beli yg cukup signifikan yg mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat Manggopoh palak gadang Ulakan khususnya dan kabupaten Padang Pariaman secara umum,” ujarnya.

Sementara Zulkifli mewakili Bamus Nagari menyampaikan dukungan terhadap rencana pembangunan nagari, dan mengharapkan adanya koordinasi antara wali nagari dengan Bamus.

“Kami atas nama masyarakat setempat sangat berterimaksih kepada pihak pemerintah atas dapat terwujudnya penbangunan atau pengembangan di Kawasan Makam Syekh Burhanuddin ini, untuk itu kami berharap agar dapat besinergi masyarakat, Walinagari dan Bamus terkait dalam pembangunan ini,” kata dia.

Untuk selanjutnya diharapkan Kawasan Makam Syekh Burhanuddin dapat dikembangkan sebagai salah satu destinasi pariwisata khususnya wisata religi di Pariaman dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat, sehingga lebih jauh dapat menjadi sumber  mata pencaharian alternatif bagi masyarakat setempat. (Herry Suger)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas