Nasi Padang Populer di Media Sosial, Walikota Padang: Nasi Padang Sesuai dengan Selera

Walikota Padang MahyeldiPadang-PADANG-TODAY.com-Lezatnya Nasi Padang tidak saja dikenal di Tanah Air, tapi bahkan sampai ke sejumlah negara. Di media massa atau juga dunia maya, Nasi Padang yang memiliki variasi lauk-pauk ini menjadi kuliner yang kerap diwartakan kelezatannya.

Advertisements

Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo mengatakan bahwa sebuah lembaga riset Indonesia telah melakukan penelitian di sejumlah media massa Tanah Air. Dalam riset tersebut, Nasi Padang paling dibicarakan oleh netizen dan media cetak.

“Karena memang Nasi Padang sesuai dengan selera banyak orang dan tersebar di banyak provinsi bahkan negara,” kata Walikota Mahyeldi, kemarin.

Walikota menambahkan, dikenalnya Nasi Padang di seantero Tanah Air dan sejumlah negara disebabkan banyaknya perantau Minang di daerah tersebut. Dalam pandangan Mahyeldi, hal ini merupakan potensi lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui Isentia Indonesia pada Mei 2016 lalu, Nasi Padang cukup populer di media sosial seperti facebook dan lainnya. Begitu juga di media massa konvesional seperti majalah maupun koran.

“Dari real case kami pada rentang waktu 1-23 Mei kemarin, Nasi Padang menjadi buah bibir di kalangan netizen,” terang Country Manager Isentia Indonesia, Lie Luciana Budiman, di Batam, belum lama ini.

Menurut Lie Luciana, Nasi Padang menjadi bahan pembicaraan terhangat bagi 2.500 netizen di Indonesia. Sedangkan di media konvesional yang mereka jadikan acuan, terdapat sebanyak 57 artikel di koran dan 8 artikel di majalah.

“Kalau kita lihat, leadingnya memang Nasi Padang. Selamat kepada Nasi Padang yang mengalahkan kuliner lainnya seperti gudeg, pempek otak-otak dan sebagainya,” ungkap Lie Luciana.

Lie Luciana mengingatkan kepada pengolah kuliner lainnya untuk waspada dengan populernya Nasi Padang di media massa dan media sosial. Menurutnya, para pengolah kuliner nusantara mesti meningkatkan masakannya. Sekaligus sebagai pengukur eksistensi kuliner tersebut.

“Agar lebih baik, kita harus mendengarkan aspirasi masyarakat dan memperbaiki kompetensi yang ada,” imbaunya.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*