Naslindo: Hasil Survey, 95,6 persen Masyarakat Setuju Kebijakan Pembatasan Sosial

Padang-today.com – Respon masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai capai 95,6 persen setuju dengan kebijakan pembatasan sosial yang dilakukan oleh pemerintah.

Menurut Naslindo Sirait Kepala Bappeda Mentawai dalam siaran pers, dimana dari responden berasal dari 10 kecamatan secara acak,terlihat respon masyarakat dimana 95,6 persen setuju dengan kebijakan pembatasan sosial yang dilakukan oleh pemerintah dan hanya 4.4 persen yang tidak menyetujui kebijakan pembatasan sosial.

Sementara itu tambah Naslindo sikap masyarakat untuk mengikuti anjuran pembatasan sosial dengan beraktifitas dari rumah 16.3 persen masyarakat mengikuti anjuran pemerintah untuk tinggal dirumah, 33 persen masih keluar rumah saat belanja , dan 34.5 persen masih keluar rumah karena masih bekerja untuk mencari kehidupan.

Sedangkan tingkat pemahaman masyarakat dari penyelamatan Covid-19, 90.8 persen menjawab sudah memahami cara cara perlindungan diri dari Covid-19 dan 9.2 persen masyarakat menjawab belum memahami.

“Hal ini sejalan dengan jawaban masyarakat terkait pertanyaan apakah masyarakat sudah mendapatkan sosialisasi tentang Covid 19,  92.3 persen menjawab sudah mendapatkan sosialisasi dan 7.7 persen yang belum mendapatkan sosialisasi,”urai Naslindo.

Terkait masyarakat sudah menggunakan masker saat keluar rumah, dimana responnya 75.5 persen sudah menggunakan masker, 13,1 persen menjawab kadang kadang  dan 8.4 persen menjawab belum menggunakan masker.

“Sementara untuk melihat dampak dari Covid 19, 26,6 persen masyarakat menjawab pendapatannya tergangu/berkurang, 73, 4 persen masyarakat  tidak tergangu pendapatannya,”pungkas dia.

Naslindo menyatakan, Pemkab Mentawai akan lebih efektif untuk memberikan kabijakan kebijakan dalam masa pandemik Covid 19 misalnya masyarakat butuh masker, butuh alat alat pelindung diri. Pemerintah akan lebih tegas menerapkan pembatasan sosial yang hersakla besar tetapi juga.

“Pemda memperhatikan kebutuhan pokok masyarakat terutama soal pangan dengan melakukan operasi pasar, memberlakukan jaring pengaman sosial untuk mengantispasi menaiknya angka kemiskinan dan pengangguran dengan mengeluarkan bansos dan stimulus stimulus ekonomi,”sebut dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas