Nenek Moyang cumi-cumi Ternyata Raksasa Zaman Purba

Seekor cumi-cumi terdampar dipinggiran pantai Strachan, Tasmania, Australia pada Juli 2007.  (salah satu cumi-cumi terbesar).

Seekor cumi-cumi terdampar dipinggiran pantai Strachan, Tasmania, Australia pada Juli 2007.
(salah satu cumi-cumi terbesar).

Advertisements

PADANGTODAY.COM-Cumi-cumi adalah hewan laut kecil yang habis disantap dalam beberapa gigitan. Tapi siapa sangka, moyang krustasea laut itu ternyata merupakan raksasa pada zaman purba.

Peter Van Roy dari Yale University bersama rekannya, Allison Daley dan Derek Briggs baru-baru ini menemukan sisa-sisa moyang cumi-cumi itu, bernama Aegirocassis benmoulae. Mereka menemukannya di Maroko.

Ilmuwan mengetahui bahwa satwa tersebut merupakan moyang cumi dari alat renangnya. Dalam biologi evolusi, alat gerak yang membantu renang, disebut swim flap, itu kemudian berkembang menjadi organ gerak artropoda saat ini.

“Ukuran raksasa A. benmoulae merepresentasikan contoh awal dari cara hidup filter feeder dan berkorelasi dengan gigantisme,” kata Van Roy seperti dikutip Discovery, Kamis (12/3/2015).

Filter feeder merupakan jenis hewan yang memperoleh makanan dengan cara menyaring air untuk mendapatkan plankton. Kerang, paus baleen, dan beberapa jenis bebek merupakan golongan filter feeder.

Hewan-hewan yang merupakan filter feeder biasanya berukuran kecil. A. benmoulae yang hidup di Bumi sekitar 485 juta tahun yang lalu merupakan filter feeder purba pertama yang berukuran besar.

Ukuran satwa tersebut sekitar 2 meter. Dengan ukurannya, Daley mengatakan bahwa A. benmoulae merupakan salah satu artropoda terbesar yang pernah hidup di muka Bumi. Penemuan fosil A benmoulae dipublikasikan di jurnal Nature pada Kamis.

(ywu/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*