Nevi Tidak Langgar Pidana Pemilu, Enam Kepsek Diteruskan Ke Komisi ASN

 

     Padang-today.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melalui Gakkumdu mengumumkan hasil penyelidikannya terkait dugaan pelanggaran undang-undang pidana Pemilu terhadap Nevi Zuarina Caleg  DPR-RI dari PKS Dapil Sumbar II.

“Temuan Dugaan Pelanggaran Kampanye ditempat Pendidikan oleh Calon Anggota DPR RI dari Partai PKS Dapil Sumbar II atas nama Nevi Zuairina, telah dilakukan Klarifikasi oleh Bawaslu Limapuluh Kota dan Penyelidikan oleh Penyidik Sentra Gakkumdu Kabupaten Lima Puluh Kota,”kata Ketua Bawaslu Kabupaten Limapuluh Kota, Yoriza ketika dihubungi.

    Pada Senin (11/3) Sentra Gakkumdu Kabupaten Lima Puluh Kota yang terdiri dari unsur Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan telah melakukan Rapat Pembahasan Kedua di Ruangan Sentra Gakkumdu Bawaslu Lima Puluh Kota.

“Sentra Gakkumdu Kabupaten Lima Puluh Kota menyimpulkan bahwa Temuan Dugaan Pelanggaran Tindak Pidana Pemilu oleh Hj. Nevi Zuairina tersebut tidak memenuhi unsur pidana Pemilu pasal 280 ayat 1 huruf
h jo pasal 521 Undang Undang 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan tidak dilanjutkan ke Penyidikan,”jelas Yoriza.

    Yoriza menambahkan, namun dari hasil klarifikasi dan penyelidikan tersebut Bawaslu Kabupaten Kabupaten Limapuluh Kota menemukan adanya Dugaan Pelanggaran terhadap Peraturan Perundang-Undangan Lainnya yaitu terkait Netralitas ASN dalam Pemilu 2019.

    “Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN yang dilakukan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV ( Payakumbuh, Lima Puluh Kota, Tanah Datar ), Kepala SMK N 1 Kecamatan Guguak, Kepala SMK N 2 Kecamatan Guguak, Kepala SMK N Pangkalan Koto Baru, Kepala SMK N Pertanian dan Peternakan Padang Mengatas Kabupaten Lima Puluh Kota, Kepala SMK N 1 Kecamatan Luak dan Kepala SMA N 1 Kecamatan Payakumbuh ini akan di diteruskan oleh Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota kepada Komisi Aparatur Sipil Negara ( KASN ) di Jakarta melalui Bawaslu Provinsi Sumatera Barat,”imbuh dia.

        Ia menyatakan, hasil klarifikasi dan penyelidikan terhadap Nevi Zuairina dan saksi saksi didapat bahwa yang membagikan bahan kampanye berupa kartu nama calon anggota DPR RI Partai PKS Nevi Zuairina adalah salah satu ASN kepada beberapa kepala sekolah yang hadir dan berfoto dengan memegang kartu nama tersebut sebelum kehadiran Nevi Zuairina di kegiatan tersebut.

Serta Tidak ada satupun keterangan saksi dan bukti yang didapat yang menyatakan Nevi Zuairina melakukan kampanye disaat hadir dlm kegiatan di SMK N 2 Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota tersebut.

“Sehingga tidak memenuhi unsur pidana Pemilu pasal 280 ayat 1 huruf h UU 7 tahun 2017 yang berbunyi “Pelaksana, Peserta, dan Tim Kampanye Pemilu dilarang: h.Menggunakan fasilitas Pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan. Jo pasal 521 yang berbunyi “Setiap Pelaksana, Peserta, petugas dan/atau Tim Kampanye Pemilu yang dengan sengaja melanggar larangan pelaksanaan Kampanye Pemilu sebagaimana dimaksud dalam pasal 280 ayat 1 huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, huruf e, huruf f, huruf g, huruf h, huruf i, atau huruf j dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 ( dua ) tahun dan denda paling banyak Rp. 24.000.000,- (dua puluh empat juta rupiah),”pungkas dia.(dg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas