NSA Fokus Bergeser Setelah Serangan Cyber Tahun Lalu

NSA (National Security Agency)

NSA (National Security Agency)

PADANGTODAY.COM-Badan Keamanan Nasional Amerika (National Security Agency/NSA) ternyata telah lama menyusup ke jaringan komputer Korea Utara.

Dilansir melalui New York Times, dalam dokumen rahasia NSA yang dipublikasikan itu, secara jelas memberikan alasan kuat mengapa Amerika dengan cepat menyalahkan Korea Utara di balik serangan cyber tahun lalu di Sony Picture Entertainment.

Badan mata-mata AS itu menembus masuk jaringan Korut dengan bantuan Korea Selatan dan sekutu lainnya setelah hacking pertama jaringan Tiongkok yang menghubungkan Pyongyang ke dunia luar.

Tahun 2010, NSA mulai menempatkan malware di jaringan Korut dengan fokus program nuklir dan sistem kepemimpinannya. Namun fokus bergeser setelah serangan cyber pada tahun 2013 terhadap perusahaan bank dan media Korea Selatan.

Terkait serangan terhadap Sony, peneliti AS menyimpulkan bahwa hacker menghabiskan lebih dari dua bulan, dari pertengahan September-November untuk
memetakan sistem, mengidentifikasi file-file penting serta rencana menghancurkan komputer di perusahaan itu.

Bukti yang dikumpulkan oleh malware AS terbukti penting dalam membujuk Presiden Barack Obama menuduh Korut membalas serangan Sony dan berjanji untuk melakukan pembalasan, yang telah dimulai dalam bentuk sanksi ekonomi baru, katanya.

Ini merupakan kedua kalinya Amerika menyalahkan negara lain karena serangan cyber. Pada 2014, pengadilan menuntut lima anggota tentara Tiongkok karena dituduh mencuri data rahasia AS selama 8 tahun. Tiongkok menyangkal tuduhan itu.

Tapi, New York Times juga mempertanyakan alasan AS yang tidak mengingatkan Sony tentang serangan itu menyusul rilis film “The Interview,” sebuah film yang menampilkan upaya pembunuhan terhadap pemimpin Korut, Kim Jong Un.

Berulang kali Pyongyang membantah terlibat dalam peretasan Sony. Sejumlah ahli tetap menuding Korut sebagai pelaku tunggalnya.

Namun di sisi lain ada juga yang beranggapan sebaliknya, bahwa peretas merupakan orang dalam, mantan karyawan atau kelompok luar yang punya dendam terhadap perusahaan itu sehingga berkamuflase menjadi hacker Korut.[mhs/**]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas