Nurhayati Kahar, Jadilah Sebagai PNS Yang Bermoral

Padang-today.com__Bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih menjadi mimpi sebgian besar angkatan kerja di Sumatera Barat. Namun, mimpi ingin menjadi PNS tidak diikut sertakan dengan kesadaran moral bahwa setelah keluar Surat Keputusan (SK) sebagai PNS, mereka-mereka itu akan menjadi seorang pelayan.

“ Sebagai ASN, Abdi Negara dan Abdi masyarakat, harus tanggap dengan keinginan dan kebutuhan dan harapan dari masyarakat yang dilayani,” kata Nurhaida (45) salah satu Guru Pengajar disalah satu sekolah di Kota Pariaman, Senin 04-03-2019.

Seorang ASN tugasnya adalah melayani masyarakat bukan menjadi pejabat yang dilayani. Kalimat itu harus tertanam didiri masing-masing semua ASN, apalagi pejabat struktural. “ Jangan meminta masayarakat untuk melayani ASN, karena hak dari masyarakat adalah mendapat pelayanan dari ASN, bukan sebaliknya,” kata dia.

Selain itu, ASN harus memiliki disiplin dan loyalitas yang tinggi dalam mengisi sebuah jabatan yang diembankan kepadanya. Oleh karena itu, dalam perekrutan CPNS harus betul-betul siap menjadi ASN yang sesunguhnya dan menjadi bahagian dari masyarakat itu sendiri.

Nurahayati Kahar, Pendiri LSM Limbubu Pariaman, Sumbar, mengatakan,  ASN harus memposisikan diri sebagai pelayan dan bukan untuk dilayani. Kenyataan bahwa PNS adalah pelayan publik, masih belum bisa diterima secara utuh oleh sebagian PNS yang telah bertugas diinstansi ke pemerintahaan.

Setelah mereka mendapat posisi cukup bagus di Instansi kepemerintahan, mereka meanggap bahwa dirinya adalah orang yang sangat berkuasa atas jabatan itu. Mereka jadi lupa pada fungsi dan tugasnya yaitu melayani masyarakat yang datang kepadanya.

Begitu juga mereka-mereka yang akan menjadi PNS, sebagian besar pendaftar seleksi CPNS dan PNS yang telah bertugas masih belum paham benar tentang fungsi dan tugas PNS sebagai Aparatur Sipil Negara ASN.

Salah satu fungsi ASN adalah sebagai Pelayan Publik, hal tertuang pada (pasal 10 huruf b UU ASN) dan salah satu tugas ASN adalah memeberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas pada (pasal 11 huruf b UU ASN) .

Dua pasal UU ASN tersebut sebaiknya secara sadar dan benar-benar di renungkan oleh pendaftar seleksi CPNS dan lebih penting lagi dipahami oleh PNS yang telah diangkat dan bertugas. “ Mereka-mereka yang telah diangkat akan mebaktikan dirinya sebagai pelayanan masyarakat/publik ketika mereka bertugas di instansi mereka masing-masing,” terangnya.

Fenomena siluman di beberapa instansi pemerintah, ditemukan suatu permasalahan di dalam instansi kepemerintah dalam bentuk uang jasa atau disebut uang cendol. Miris ketika mendengar berita masih ada okunum PNS yang meminta imbalan atas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

“ Tindakan pungutan liar ‘Pungli’ oleh oknum PNS itu mencederai azas keprofesionalan yang ada pada pasal 4 huruf e UU No 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik dan azas profesionalitas. UU Pelayan Publik dan Azas Profesionalitas yang tertuang di pasal 2 huruf b UU No 25 tahun 2014 tentang ASN,” kata dia.

PNS yang bertugas sebagai pelayan Publik harus memahami betul fungsi dan tugasnya yaitu sebagai pelayan publik yang profesional dan berkualitas, bukan malah minta dilayani oleh masayarakat dengan meminta imbalan atas pelayanan yang diberikan.

” Dan yang paling penting itu, mereka harus menyadari. bahwa mereka digaji dari hasil pajak yang dibayarkan oleh masyarakat,” tegasnya.

Baru-baru ini Walikota Genius Umar menyerahkan Surat Keputusan sebagai  CPNS di Pemerintah Kota Pariaman, Sumbar. Ia menekankan kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di daerah itu untuk mengamalkan budaya moral dalam bekerja dankehidupan sehari-hari.

“ Tidak zamannya lagi pegawai seperti bos, tapi harus melayani dengan ramah,” kata Genius pada saat menyerahkan SK sebanyak 270 CPNS Kota Pariaman, Jumat 01-03-2019 beberapa waktu lau.

Katanya, pegawai harus memberikan pelayanan yang baik untuk semua bidang pekerjaan apalagi Kota Pariaman sebagai kota wisata yang mana warga dan pelayan masyarakatnya dituntut untuk menjaga etika dan moral.

Dengan moral yang baik maka pekerjaan dan pelayanan yang dilakukan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan wisatawan yang datang dan bermukim di daerah itu. “ Jadi jangan mentang-mentang sudah menjadi PNS, nanti gayanya seperti bos dan  tidak mau menegor orang lain,” kata dia.

Ia menekankan, PNS sekarang harus bersyukur karena gaji yang diterima terus meningkat. Namun hal itu, harus dibalas dengan menunjukan kinerja yang baik secara profesional dan berkualitas.

270 CPNS tersebut merupakan hasil seleksi yang dilaksanakan pada 2018 yang mana kota tersebut menyediakan 282 formasi.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Pariaman, Irmadawani mengatakan ada tiga bidang yang SK-nya diserah pada hari itu. Adapun jumlahnya CPNS yang diterima masing-masing formasi  147 guru, 99 tenaga kesehatan, 21 teknisi dan tiga orang dari kelulusan Sekolah Tinggi Transportasi Darat dan Kementerian Perhubungan. (suger)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas