Ny. Maria Hendri Arnis Apresiasi Satpol PP Padang Panjang

Padangpanjang, padang-today – Fenomena sosial kenakalan remaja yang hampir merata di sejumlah daerah, menjadi kekuatiran tersendiri bagi Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Ny.Maria Feronika ketika mengunjungi anak-anak usia sekolah yang ditertibkan Satpol PP, ketika menghisap lem di kawasan Stasiun Kereta Api Padang Panjang di Pasar Usang Selasa, (18/10).

Advertisements

Meskipun fenomena sosial itu tidak bisa dibendung lagi, apalagi sudah banyak gerenasi muda yang menjadi korbannya. Contohnya saja dari enam remaja yang ditertibkan Satpol PP tersebut, dimana 4 orang merupakan wanita dan dua orang teman prianya.

“Kalau alasan mereka, orangtuanya broken home, sudah bercerai lah dan persoalan klasik lainnya, itu sudah klise. Sekarang, ini sudah menjadi tanggung jawab kita, termasuk juga peran serta dari ninik mamak. Jangan saja dilimpahkan persoalan ini menjadi tanggung jawab Satpol PP,” jelas Maria.

Terhadap orangtua, lanjut Maria, mereka juga harus proaktif mendidik anak-anak mereka. Jangan sampai anaknya yang putus sekolah dan berkeliaran di sembarang tempat dibiarkan saja, tanpa adanya pengawasan dan tindakan.

“Ini sudah menjadi masalah bersama, jika dibiarkan saja seperti ini. Akan jadi apa nantinya generasi muda di Kota Padang Panjang, jika masa remaja mereka sudah dirusak dan dipengaruhi oleh perbuatan-perbuatan yang dilarang agama,” ungkapnya.

Maria Feronika juga mengapresiasi Satpol PP Kota Padang Panjang yang telah proaktif terhadap laporan masyarakat tentang adanya pelajar yang ngelem di kawasan Stasiun Kereta Api Kota Padang Panjang. Apalagi, dari beberapa kali penertiban yang dilakukan, selalu saja ada remaja yang berkeliaran di kawasan itu baik sewaktu jam sekolah maupun di malam hari.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Padang Panjang Yoni Aldo menyebutkan, pada penertiban yang dilakukan jajarannya telah diamankan pelajar dengan inisial “AN” (14), “NN” (15), “NDS” (14), “AZ” (14), “AS” (17) dan  “MA” (16). Dimana, lima orang dari pelajar tersebut merupakan siswa dari PLB Siliang Bawah dan seorang pelajar lagi berasal dari SMPN 4 Padang Panjang.

“Karena mereka masih dalam kategori anak-anak, mereka kita serahkan ke P2TP2A, untuk penanganan selanjutnya. Sehingga, ada dari yang ditertibkan tersebut yang dilakukan visum ke rumah sakit oleh pihak P2TP2A untuk mengecek kebenaran pengakuan yang bersangkutan,” sebut Yoni Aldo.

Setelah dilakukan pemanggilan pihak sekolah dan orangtua mereka, lanjut Yoni Aldo, dilakukan penyerahan kepada orangtua masing-masing dengan membuat pernyataan diatas materai di Kantor Satpol PP untuk tidak mengulangi lagi perbuatan mereka. (Humas/PB/Rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*