OBAT DAN MAKANAN ILEGAL SENILAI RP1,8 M DI MUSNAHKAN

 

 

Padang-today.com – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memusnahkan sebanyak 7.978 kemasan produk ilegal dengan nilai ekonomi mencapai Rp1,8 Milyar di halaman kantor BBPOM di Padang. Barang tersebut hasil pengawasan BPOM sejak 2015-hingga 2017.
“Seluruh produk yang dimusnahkan ini didapat dari hasil pengawasan mereka terhadap sarana penjual obat dan makanan di Sumbar. Seluruh produk yang dimusnahkan itu berjumlah Rp1,8 miliar.Pemusnahan tersebut dilakukan dengan cara membakar,”kata Kepala Badan POM, Penny K Lukito di Padang.
Ia menjelaskan,produk di musnahkan tersebut hasil tangkapan dan pengawasan BPOM sejak tahun 2015 hingga 2017, yakni 860 item obat dengan nilai ekonomi Rp171, 50 item (1.1116 pieces) produk pangan nilai ekonomi Rp625juta.
“Selanjutnya 745 item (8.968 pieces) kosmetik dengan nilai ekonomi Rp350 juta, 519 item (5.755 pieces) obat tradisional dengan nilai ekonomi Rp274juta,”ungkapnya.
Selain itu lanjutn juga dimusnahkan hasil pengawasan BBPOM di Padang selama 2016, terdiri dari 1.677 item (32.602 pieces) produk obat, obat tradisional, kosmetik dan pangan ilegal dengan nilai ekonomi Rp117 juta, serta barang bukti titipan kejaksaan yang sudah berkekuatan hukum tetap harus dimusnahkan sebanyak 6 item (1.069 pieces) obat tradisional dengan nilai ekonomi Rp316 juta.
“Produk yang disita dan musnahkan BPOM pada umumnya merupakan produk yang dipasarkan tanpa izin edar,”jelas Lukito.
Ia menambahkan, pemusnahan barang tersebut merupakan salah satu cara untuk memastikan agar obat dan makanan ilegal tidak lagi beredar dan dikonsumsi masyarakat.
“Seluruh barang bukti yang dimusnahkan tersebut telah mendapatkan hukum ketetapan pemusnahan dari Pengadilan Negeri,”imbuhnya.
Ia menyatakan,pada tahun 2016, BBPOM di Padang juga telah melakukan penindakan secara pro-justitia atas 24 perkara pelanggaran di bidang Obat dan Makanan melalui beberapa operasi, yaitu Operasi Pangea, Operasi Storm, Operasi Terpadu, serta Operasi Gabungan Nasional (Opgabnas).
“Ke-24 perkara tersebut terdiri atas 11 perkara terkait obat ilegal, 7 perkara terkait obat tradisional ilegal, 5 perkara terkait kosmetik ilegal dan 1 perkara terkait pangan ilegal,”katanya.
Ia menjelaskan,selain memberantas obat dan makanan ilegal, Badan POM juga mendorong produk UMKM untuk memperoleh izin edar dari Badan POM (MD).
“Dengan memiliki izin edar dari Badan POM, diharapkan produk UMKM dapat bersaing secara nasional dan internasional,” ujarnya.
Di Kota Padang, lanjut Lukito UMKM yang sudah berhasil memiliki MD antara lain produk Rendang Siti Nurbaya dan Rendang ACC. Sementara Rendang Riri, Rendang Gadih, Rendang MakNyus, Rendang IkanTunaise, Rendang Bundo, dan Rendang Christine Hakim masih dalam proses pendaftaran. (der)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*