Oknum PNS di Agam menyulap Hutan Cagar Alam menjadi lahan bisnis

oknum-pns
AGAM, PADANGTODAY.com-Oknum Pegawai Negeri Sipil ( PNS) dari berbagai instansi di Pemerintah Kabupaten Agam ternyata leluasa menari-nari diatas hutan Cagar Alam (CA) beberapa Kecamatan di Agam. Dari data yang dihimpun padangtoday.com dari sumber dilapangan, setidaknya terdapat 7 orang oknum PNS Agam yang sudah sejak lama menyulap hutan Cagar Alam yang dilindungi menjadi ladang bisnis. Adapun oknum PNS tersebut berasal dari kalangan guru, pegawai Pertanian, pegawai penyuluh pertanian, pegawai staf dari staf ahli ,pegawai Pengadilan Negeri, serta dari pihak Kehutanan sendiri.

Advertisements

Saat padangtoday.com mengkonpirmasi hal ini kepihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Agam, Yulnasri selaku Kepala di Dinas tersebut mengakui bahwasanya ada beberapa orang oknum PNS yang telah bermain untuk mengolah hutan Cagar Alam (CA) menjadi lahan perkebunan sawit.

” Kita menemukan adanya alih fungsi hutan Cagar Alam menjadi lahan perkebunan sawit sejak tahun 2008 yang sudah mencapai 50 %. Dari informasi yang kita dapatkan bahwa sedikitnya ada 158 orang warga yang mengolah hutan Cagar Alam termasuk diantaranya 7 orang oknum PNS yang bekerja di Pemkab Agam.” Kata Yulnasri, Kadis Kehutanan dan Perkebunan Agam kepada padangtoday.com, Senin (6/10).

Yulnasri menambahkan, setelah pihaknya menemukan ada warga dan oknum PNS yang mengolah hutan CA untuk ditanami sawit, kemudian langsung melaporkan hal tersebut kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar untuk menindaklanjuti, karena pengawasan hutan CA diakuinya bukan wewenang Dinas kehutanan dan perkebunan Agam,namun baru bulan Juni tahun 2014 ini pihak BKSDA turun kelapangan dan akan melakukan tindakan kepada warga yang menggarap hutan Cagar Alam.

” Kita telah mencatat bahwa 256 hektare kawasan hutan CA di kawasan terlarang di  Sitanang Kecamatan Ampek Nagari dan di kecamatan Lubuk basung tepatnya silayang dan kampung melayu telah berubah fungsi menjadi lahan sawit dan tentunya mengganggu ekosistem yang hidup di hutan Cagar Alam itu sendiri. Oleh karenanya kita telah menghubungi pihak BKSDA dan dalam waktu dekat BKSDA akan membahas masalah ini bersama Asisten II Pemkab Agam untuk mencarika solusi.” tambahnya.(martunis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*