OPEC Nyatakan Permintaan Minyak Semakin Meningkat Sejak Maret

OPEC Building.

OPEC Building.

Singapura, PADANGTODAY.COM-Melorotnya kembali minyak Brent disebabkan oleh pernyataan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bahwa produksi mereka malahan naik pada Maret lalu. Kenaikan produksi tersebut menambah pasokan minyak yang sudah berlimpah membuat harga minyak menurun.

OPEC mengumumkan bahwa produksi Maret lalu naik 810.000 barrel per hari menjadi 30,79 juta barrel per hari. Produksi dari OPEC ini setara dengan sepertiga pasokan minyak global. Alasan yang disampaikan OPEC, penurunan produksi dari Amerika Serikat dan produsen minyak lain karena penurunan harga minyak sejak Juni tahun lalu membuat permintaan terhadap minyak OPEC semakin meningkat.

Harga kontrak berjangka turun 1 dollar AS atau 1,6 persen menjadi 62,98 dollar AS per barrel. Sementara harga kontrak minyak West Texas Intermediate turun 81 sen menjadi 55,90 dollar AS per barrel.

“Strategi OPEC untuk menekan produsen yang mengeluarkan biaya tinggi terus terjadi, tetapi setiap anggotanya seperti memilih menggeser fokus dan memproduksi minyak sebanyak yang mereka bisa,” ujar Jamie Webster, analis pada HIS di Washington dan ahli tentang OPEC. Laporan OPEC tersebut mungkin membentuk persepsi bahwa para produsen besar membanjiri pasar sebelum ada potensi kenaikan ekspor dari Iran setelah tercapai kesepakatan tentang program nuklirnya.

Merosotnya harga minyak pada akhir pekan ini setidaknya menghentikan sementara kenaikan harga minyak mentah jenis Brent sebesar 16 persen sejak awal bulan ini. Kenaikan harga itu dipicu oleh konflik yang terjadi di Timur Tengah serta penurunan produksi minyak AS. Kontrak berjangka minyak Brent mencapai rekor dengan jumlah dua juta kontrak pada pekan ini.

Para analis menyatakan, kenaikan kontrak tersebut mengindikasikan bahwa para pialang minyak bersiap mengamankan posisinya karena mengantisipasi kenaikan harga minyak.

Sementara itu, di pasar saham domestik, indeks bergerak fluktuatif pada awal perdagangan akhir pekan ini. Setelah sempat dibuka melemah, indeks naik hingga pada penutupan sesi pertama ditutup turun tipis 0,35 poin atau sekitar 0,01 persen menjadi 5.420.

Investor asing yang pada awal perdagangan mencatatkan pembelian bersih akhirnya menjadi mencatatkan penjualan neto.

Sementara itu, kurs rupiah terhadap dollar AS melemah. Hari ini, menurut data dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah ada di level Rp 12.863 per dollar AS. Angka tersebut turun 25 basis poin atau 0,19 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya yang di level 12.838 per dollar AS. Sementara di pasar spot, data Bloomberg menunjukkan, kurs rupiah juga melemah terhadap dollar AS.

“Dollar index kembali terpuruk hingga dini hari tadi setelah angka klaim asuransi pengangguran AS naik. Komentar dari beberapa petinggi The Fed mengenai penundaan kenaikan suku bunga The Fed menambah tekanan dollar index untuk turun ke kisaran 97-FOMC meeting akan kembali diadakan pada akhir April. Malam ini ditunggu angka inflasi AS yang diperkirakan tidak lagi deflasi. Sebelumnya, angka inflasi Zona Euro ditunggu dan diperkirakan masih minus,” papar ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta.

Walaupun dollar indeks menurun, ternyata rupiah belum dapat bangkit pada akhir pekan ini.

(reuters/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*