Pacu Kuda Berakhir, Siganteng LBA Kuda Asyirwan Yunus di Urutan Ketiga

H ASYIRWAN YUNUS

H ASYIRWAN YUNUS

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Alek Pacukuda di Kota Payakumbuh hari terakhir Senin (16/2) yang digelar di Gelanggang Pacuan Kuda Kubu Gadang, sejumlah kejutan masih tetap terjadi. Dari 13 race yang dipertandingkan, sejumlah kuda yang diunggulkan mampu dikalahkan oleh kuda-kuda pendatang baru.

Sebelumnya pada hari pertama, kuda-kuda pendatang baru, juga banyak yang mendominasi mengalahkan sejumlah kuda unggulan. Di kelas paling bergengsi 1.600 meter, kuda dengan nama Kata Hati, dengan joki Yoserizal mengungguli tiga kuda lainnya. Kuda kepunyaan Hj. Ariyetti dari Nikita Stable Bukittinggi ini, benar-benar merajai dalam dua hari ini.

Sedangkan untuk urutan kedua dalam kelas ini, kuda milik H. Shadiq Pasadigoe, yang juga Bupati Tanahdatar keluar sebagai juara kedua. Kuda yang bernama Bintang Sumbar eks Stoner, ditunggani joki Arifin, hanya berselisih beberapa detik saja ketika mencapai finis. Untuk juara ketiga diraih Siganteng LBA, milik Wakil Bupati Limapuluh Kota, Asyirwan Yunus.

Sementara Ketua Pelaksana pacu kuda Asyirwan Yunus, didampingi Wakil Ketua II Elzadaswarman, dan Ketua Bidang Dana dan Sponsor, Chandra Ikhwan, di gelanggang Kubu Gadang mengatakan, pada pacu kuda tahun 2015 ini memang banyak terjadi kejutan-kejutan di gelanggang. Bukan itu saja, jumlah penonton juga lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.

“Dengan jumlah penonton yang membludak melebihi 40 ribu orang, acara pacu kuda Payakumbuh 2015 ini bisa dikatakan sukses sebagai tujuan awalnya. Penonton yang membludak tersebut bukan hanya berasal dari Luak Limopuluah saja, tapi juga berasal dari daerah-daerah tetangga lainnya,” ujarnya.

Selain masyarakat, sejumlah fotografer dari berbagai daerah juga ikut mengabadikan moment pacu kuda Payakumbuh 2015. Namun, mereka sedikit menyayangkan kekurangtertiban penonton yang sering masuk ke lintasan pacu. Sehingga menyulitkan para fotografer tersebut dalam mengabadikan momen-momen penting.

“Setiap kali kita akan mengambil gambar, selalu terganggu dengan perilaku penonton yang tiba-tiba masuk ke lintasan, sehingga sulit sekali untuk mendapatkan gambar yang bagus,” kata Dika, salah seorang fotografer yang datang dari Palembang khusus untuk mengambil foto pacu kuda ini.

Fotografer lokal yang menasional ini berharap, pada pelaksanaan pacu kuda selanjutnya hal ini agar bisa menjadi salah satu evaluasi dan perhatian bagi panitia. “Acara ini bisa menjadi salah satu momen yang dapat menarik fotografer untuk datang. Namun, kalau penonton sering masuk kelintasan, fotografer akan kesulitan mendapatkan gambar yang bagus. Sehingga promosi untuk iven ini akan berkurang,” tambahnya.

Acara pacukuda Payakumbuh 2015 hari kedua itu, ditutup secara resmi oleh Walikota Payakumbuh H Riza Falepi. Dalam kesempatan itu, Walikota Riza mengucapkan terimakasihnya pada seluruh sponsor dan stakeholder yang telah membantu hingga pacu kuda Payakumbuh 2015 bisa berjalan dengan lancar.

“Kita juga mengucapkan terimakasih pada masyarakat yang telah ikut meramaikan momen pacu kuda ini dengan hadir menonton di gelanggang Kubu Gadang ini,” ujar Walikota yang berprestasi yang akan tampil Selasa sore di ”Hitam Putih” Trans7 ini.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas