Padang Butuh Pesepakbola Beridentitas Lokal

Padang, 16/11 (Padangtoday)-Kompetisi sepakbola U-14 Piala Ketua Umum PSP Padang resmi dibuka Minggu (16/11) pagi di stadion Haji Agus Salim Padang. Ketum PSP yang juga Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah langsung membuka kejuaraan yang digelar selama dua hari tersebut.

Advertisements

 

Yang menarik pada Piala Ketum PSP Padang kali ini, kompetisi  menganut sistem festival dengan hanya memainkan satu babak dengan durasi waktu 20 menit. 23 tim peserta dibagi dalam beberapa grup, juara dan runner up berhak melangkah ke babak berikutnya.

 

Selain memperebutkan Piala Ketua Umum, turnamen tersebut juga menjadi ajang seleksi pemain yang bakal mengisi materi Akademi Sepakbola PSP Padang yang bakal launching awal tahun mendatang.

 

Panitia mendatangkan mantan  pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, aisten fisik Djarot,  Dirtek PSP, Suhatman Imam dan eks Pelatih PSP Padang Syafrianto Rusli sebagai pemandu bakat.

 

Mahyeldi Ansharullah menyebut Academi PSP Padang merupakan sarana membina dan menciptakan produk berupa pemain lokal asli Kota Padang.

 

“Ini ajang seleksi cikalbakal academy PSP yang bakal di bina secara profesional yang dipandu langsung oleh pelatih hebat Indonesia, Indra Sjafri dan Suhatman Imam,” ujar Mahyeldi.

 

Akademy PSP lanjutnya, mempunyai kurikulum dan standar pengelolaan yang terstruktur, bekerja sama dengan Garuda Nusantara Fotball Academy (GNFA) binaan Indra Sjafri.

 

Kerja sama tersebut meliputi kurikulum, standar scoating, menentukan standarirasi pemain serta  program pelatihan.

 

“Nantinya kita akan tentukan pemain yang bukan saja memiliki skill namun juga berkarakter,” tambah Mahyeldi.

 

Direktur GNFA, Indra Sjafri menjelaskan, saat ini  pembentukan pemain sepakbola berkualitas  harus bersinggungan dengan kultur Indonesia. “Kita  harus mempunyai identitas sepakbola sendiri sehingga tidak melulu mengadopsi pola pembinaan sepakbola luar negeri,” sebut eks suksesor Garuda Jaya.

 

Menurut rencana, Indra bersama tim bakal melaunching Garuda Nusantara Fotball Academy Januari 2015 dengan pusat academy berada di Bontang, Kalimantan Timur dengan luas lahan 30 hektar.

 

“Bagi kami sukses tidaknya pembinaan pesepakbola usia muda bukanlah berpedoman pada juara di beberapa kompetisi, namun bagaimana membentuk  pemain muda yang memiliki kualitas dalam kurun waktu minimal 5 tahun. Untuk mengarah kesana pembentukan akademi menjadi salahsatu solusinya,” terangnya. ((

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*