Padang Panjang Saat Ini Memiliki Sebanyak 247 Ekor Sapi Perah

Sapi Perah Padang Panjang.

Sapi Perah Padang Panjang.

Advertisements

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Pemerintah Kota Padangpanjang akan membangun pusat pengembangan sapi untuk membesarkan dan memperbanyak jumlah sapi perah di daerah itu.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padangpanjang Candra menyebutkan, pembangunan lokasi pengembangan sapi ini agar adanya keturunan dan sekaligus memperbanyak jumlah sapi perah di Padangpanjang.

Disampaikannya, pusat pengembangan sapi perah itu nantinya akan dilengkapi dengan sejumlah sarana pendukung yang diperlukan oleh sapi tersebut.

“Pembangunan lokasi sapi ini mempergunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah pusat sebesar Rp.900 juta,” kata Candra.

Disampaikannya, pembangunan lokasi pengembangan sapi tersebut akan diresmikan awal Desember mendatang, karena target selesainya akhir November ini, saat ini sudah selesai sekitar 90 persen.

Pusat pengembangan sapi itu, katanya, akan ditempati oleh sapi yang berumur tiga bulan keatas, yang berasal dari anak sapi perah petani.

“Dilokasi ini, sapi tersebut akan dirawat hingga besar oleh tenaga yang ada di Dinas Pertanian melalui Pusat Kesehatan Hewan,” jelasnya.

Setelah dibesarkan hingga berumur 18 bulan, sapi tersebut di pelihara kembali oleh petani sapi perah yang ada di Padangpanjang tersebut untuk mendapatkan susu yang dihasilkannya.

“Untuk tahun 2014 ini akan ada sebanyak 25 ekor anak sapi yang akan di besar di lokasi ini,” kata Candra.

Untuk kota Padangpanjang sendiri, saat ini memiliki sebanyak 247 ekor sapi perah, 60 persen diantaranya sudah bisa menghasilkan susu murni sebanyak 800-900 liter perhari.

Dijelaskannya, sapi yang bisa memproduksi susu dengan diperah tersebut berumur dua tahun ke atas dan maksimal berumur lima sampai enam tahun.

“Sapi yang bisa menghasilkan susu tersebut adalah sapi dalam keadaan setelah melahirkan, dan bisa berproduksi selama satu tahun ke depan,” katanya.

Tingkat produksi susu tersebut bisa meningkat apabila perawatan dan makanannya cukup setiap hari. Istilahnya, input harus seimbang dengan out put, demikian sebaliknya.

Selain itu, kata dia, kebersihan kandang juga bisa mempengaruhi kondisi ternak, sehingga peternak diharapkan bisa lebih intensif dalam memperhatikan kebersihan kandang dan sapi. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*