Padang Pariaman, Abrasi Mengacam Pemukiman Warga

Padang-today.com__Kekhawatiran terjadinya bencana musim penghujan datang. Seperti yang dialami warga Nagari Pilubang, Pasir Baru, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mengharapkan pemerintah setempat segera menangani abrasi pantai yang terjadi di daerah itu.

Dikhawatrikan, beberapa rumah di Pasir Baru yang berada dibibir pantai itu ambles kibat abrasi di sepanjang pesisir pantai tersebut.

” Abrasi semacam ini sudah menjadi langganan kami yang bermukim di sepanjang pesisir pantai Pasir Baru. Namun pada lebaran kali ini abrasi bertambah parah,” kata Zulnaldi alias Buyuang salah seorang warga Pasir Baru di Sungai Limau, Kamis 20-06-2019.

Ia mengatakan, selain rumah abrasi pantai juga mengancam industri rumahan yang menghasilkan ikan kering dan ikan budu ‘Asin’. Akibat bencana itu, warga yang berpenghasilam dari industri rumahan itu mengalami kerugian.

” Dari puluhan rumah yang terancam, tiga rumah diantaranya diketahui telah ambles bagian belakang rumah atau dapur warga terbawa air laut. Sementara, puluhan persen bangunan warga terancam amblas oleh abrasi pantai.,” ujarnya.

Zulnaldi menuturkan, kondisi tersebut disebabkan fenomena abrasi pantai Pasir Baru yang membuat bibir pantai disepanjang itu bertebing atau disebut labil. seblumnya, fenomen alam ini juga pernah dialami warga setempat, sehingga warga bisa berbuat dengan mengisi karung dengan pasir untuk menahan hempasan ombak yang begitu kuat.

” Abrasi pantai telah menghantui warga sekitar pesisir pantai itu, khususnya yang tinggal dekat dengan bibir pantai,” ujarnya.

Ia mengatakan pada Lebaran lalu, abrasi pantai sudah mencapai dapur rumah warga padahal warga telah memasang polongan dan karung yang terbuat dari geotekstil untuk menahan sementara.

“Beruntung beberapa bulan lalu kami sudah memasang polongan untuk pemecah ombak,” katanya.

Menurut dia, jika karung berbahan geotekstil serta polongan itu tidak dipasang maka sejumlah rumah di daerah itu akan rusak akibat abrasi.

Ia menyebutkan setidaknya pada Lebaran ini terdapat dua titik abrasi di daerah itu yang harus segera ditangani.

Ia berharap abrasi tersebut dapat ditangani oleh pihak terkait karena sejumlah rumah dan gudang usaha ikan kering beserta sekolah akan rusak akibat abrasi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Padang Pariaman Budi Mulya mengatakan pihaknya telah meminta pemerintah pusat untuk membantu mengatasi abrasi tersebut.

“Pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V telah berjanji menangani abrasi itu,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, BWSS V telah memberikan geotekstil untuk dibuatkan karung agar bisa diisi pasir guna menahan ombak, namun itu sifatnya sementara.

“Namun kami menginginkan sifatnya permanen untuk jangka panjang,” tambahnya.(herry suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas