Padang Pariaman, Bencana Alam Longsor dan Banjir Satu Orang Meninggal Dunia

Padang-today.com__Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat mencatat seorang warga meninggal dunia dan luka-luka, akibat bencana alam banjir dan longsor yang menerjang daerah itu pada Selasa 11-06-2019.

“ Hujan disertai angin kencang melanda Padang Pariaman, cuaca buruk pada petang hari itu, telah terjadinya sejumlah bencana banjir dan longsor,” kata kepala BPBD Kabupaten Padang Pariaman Budi Mulya, Selasa 11-06-2019 di Padang Pariaman.

Ia mengatakan bencana yang menerjang daerah itu yaitu longsor menimpa sebuah rumah warga di Nagari Batu Gadang, Kampung Pinang Kecamatan Sungai Geringging yang penghuninya, Syahril (40) dikabarkan meninggal dalam kejadian tersebut. Hingga saat ini material longsor telah dibersihkan warga.

“ Korban pada saat itu sedang berada didalam rumah yang tertimbun material longsor. Lokasi persis longsor berada di Simpang Sigalumbuak Koto Tabuah, Kampuang Pinang, Nagari Batu Gadang. Longsor menimbun satu rumah, ada dua korban. Satu Meninggal dunia, satu lagi bernama Yulia mengalami luka di bagian tangan. Semua korbang telah dilarikan ke Puskesmas terdekat,” ujarnya.

Tim gabungan dari BPBD, Tagana, Basarnas dan TNI-Polri sudah berada di Lokasi untuk membantu pembersihan material longsor. Selain tanah longsor, sejumlah musibah lain juga terjadi di Padang Pariaman sepanjang hari ini.

“ Ada sejumlah titik banjir yang merendam rumah warga, termasuk juga pohon tumbang,” kata Budi.

Hingga saat ini petugas sudah melakukan evakuasi dan mencari kemungkinan adanya korban tambahan.

“ Petugas kita masih bekerja dilapangan, membantu proses evakuasi warga yang terjebak banjir,” kata dia.

Menurutnya, di antara kecamatan yang dilanda banjir tersebut adalah Sungai Limau, Kecamatan Sungai Geringging. Musibah terjadi akibat luapan Sungai meluap sejak sore. Setidaknya ada beberapa titik kecamatan yang terkena dampak luapan air sungai tersebut.

“ Data yang dihimpun sementara menyebutkan banjir merusak rumah warga dan lahan pertanian, serta menghanyutkan sejumlah hewan ternak,” kata dia.

Selain itu, banjir merendam Pasar Sungai Limau. Puluhan petak toko dan kios terendam hingga ketinggian sekitar satu meter. Banjir juga terjadi di Paingan, Kecamatan Sungai Limau dan beberapa titik dalam wilayah Kecamatan V Koto Kampunag Dalam.

“ Berdasarkan informasi yang diperoleh banjir di Pasar Sungai Limau bukan karena tanggul jebol seperti sebelumnya. Namun karena air sungai meluap,” tegasnya.

Ia menghimbau warganya supaya waspada. Terutama yang tinggal di daerah-daerah rawan. Seperti di daerah rawan bencana dan daerah bantaran sungai.

Sementara itu salah seorang warga Sungai Limau, Nur Arvila Amir mengatakan kedalaman banjir di Pasar Sungai Limau mencapai satu meter.

“ Hujan mulai turun sekitar pukul 14.30 WIB dan reda sekitar pukul 17.00 WIB sedangkan air mulai menggenangi pasar sekitar pukul 15.00 WIB,” kata Nur Avila Amir, Rabu 12-06-2019 di Sungai Limau yang tengah asik melakukan bersih-bersih kios daganganya yang rendam air.

Banjir tersebut tidak saja merugikan pedagang yang berdagang di pasar itu, namun juga membuat arus lalu lintas Padang – Lubuk Basung macet.

Miskipun sekitar pukul 18.00 WIB banjir mulai surut namun akses jalan lintas Padang – Lubuk Basung masih tersendat.

Pada hari ini, Rabu (12/06) kata dia, pedagang yang mempunyai kios di pasar tersebut belum bisa menggelar dagangannya.

Ia berharap kepada pihak pemerintah agar normalisasi batang sungai kuranji dapat diwujdkan secepatnya, dan warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai itu agar dapat berlapang dada merelakan tanahnya terkena upaya normalisasi sungai tersebut.

“ Akibat tingginya curah hujan, akan terus mengancam masyarakat pasar sungai limau dan sekitarnya. Karena batang air sungai limau tidak mampu menampung air dari hulu dan air hujan,” kata dia.

Selain itu, tidak adanya pembuangan sampah di pasar sungai limau. Sehingga mengakibatkan drenase disepanjang trotoar pasar tidak mengalir. “ Dampak banjir bandang kali ini, bukan meluapnya air, namun disertai dengan lumpur yang menyelimuti rumah warga dan kios pedagang,” ujarnya. (Herry Suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas