Padangpanjang-Maroko Jajaki Kerjasama

Ketua Dewan Daerah Fes Boulmane Maroko-Lahsen Rafie menerima plakat dari Wako Hendri Arnis di Pendopo Rumdis.

Ketua Dewan Daerah Fes Boulmane Maroko-Lahsen Rafie menerima plakat dari Wako Hendri Arnis di Pendopo Rumdis.

Advertisements

Padangpanjang, PADANGTODAY.COM —Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang dengan pemerintah daerah Fes-Boulmane Maroko sepakat menjajaki kerja sama di bidang kepariwisataan, pendidikan dan ekonomi. Hal itu terungkap dari pertemuan ke dua pihak di Pendopo Rumah Dinas Walikota Padangpanjang, Minggu (11/10).

Wali Kota Padangpanjang, Hendri Arnis di hadapan delegasi Negara berpenduduk mayoritas muslim tersebut mengkapkan kota kecil berhawa sejuk yang berjuluk Serambi Mekkah itu memiliki potensi pendidikan berbasis Islam yang ditorehkan dalam sejarah bangsa Indonesia. Diantaranya yang telah dikenal hingga di tingkat internasional, yakni Perguruan Diniyah Putri, Thawalib dan sejumlah pondok pesantren modern seperti Kauman Muhammadiyah serta Pesantren Terpadu Serambi Mekkah.

“Sejak masa silam, Padangpanjang sangat kental dengan pendidikan Agama Islam hingga terkenal di seantoro nusantara dan beberapa Negara tetangga karena telah berhasil melahirkan kader-kader ulama berpengalaman. Latar belakang sejarah tersebut menjadikan daerah ini dikenal sebagai kota Serambi Mekkah,” ungkap Hendri Arnis.

Sedangkan di bidang kepariwisataan, Wako Hendri Arnis membeberkan potensi objek seperti wisata budaya di Provinsi Sumbar yang didukung dengan keberadaa Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM). Selain terdapat juga keunggulan potensi wisata alam seperti Goa Batu Batirai dan Air Terjun Tujuh Bertingkat, Padangpanjang juga memiliki objek wisata sejarah yang religius berusia lebih 400 tahun, yakni dengan keberadaan Masjid Azizi Sigando.

Sementara pada pengembangan ekonomi kerakyatan, Padangpanjang telah menjadi daerah sentra pengolahan kulit satu-satunya di Sumatera. Kualitas produksi yang baik telah memberikan ruang bagi peningkatan ekonomi kerakyatan melalui berbagai hasil kerajinan kulit, yang diolah tanga-tangan trampil pengrajin lokal.

Ketua rombongan delegasi Maroko, Lahsen Rafie mengakui Kota Padangpanjang sebagai salah satu daerah yang memiliki kesamaan dengan Maroko yang mayoritas berpenduduk muslim. Program pendidikan di Kota Padangpanjang yang bernuansa Islam, dinilai sangat cocok untuk dilakukan kerjasama dengan Maroko.

“Kunjungan kami dari Dewan Daerah Fes-Boulmane ini ke Padangpanjang, merupakan tindak lanjut dari terjalinnya kerja sama dengan Pemprov Sumbar yang telah mengunjungi Maroko beberapa waktu lalu. Kami berharap, pertemuan ini dapat dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama di bidang pendidikan dan pariwisata,” ujar Lahsen jelang melakukan kunjungan ke Pesantren Serambi Mekkah, Diniyah, serta Pondok Promosi dan Sentra Kerajinan Kulit di Bukitsurungan.

Lahsen Rafie dalam kunjungan tersebut, juga diikuti rombongan lainnya dari anggota parlemen bidang Kepemudaan dan Olahraga, Wakil Ketua Parlemen Penanggungjawab Pariwisata, Wakil Bidang Pengawasan Pendidikan dan Kebudayaan, Walikota dan Sekretaris Kota Fes-Boulmane. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*