Padangpanjang-Newzelan Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Susu

kunjungan tim IDEA New ZelanPadangpanjang, Padangtoday—Memastikan langkah mencapai target sebagai satu-satunya daerah di luar pulau Jawa dalam mendorong program pusat menuju swasembada susu 2020 mendatang, Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang terus melakukan berbagai terobosan.

Baru-baru ini selain mendapatkan tambahan bantuan sapi perah dari Dinas Peternakan Provinsi Sumbar, Pemko Padangpanjang juga kedatangan tamu khusus yang membidangi peternakan dan pengembangan sapi perah dari Selandia Baru (Newzelan).

Kedatangan sejumlah rombongan yang tergabung dalam tim proyek Indonesia Dairy Excellence Activity (IDEA) tersebut, guna menindaklanjuti program kerja sama dalam pengembangan produksi sapi perah di daerah berjuluk Serambi Mekkah tersebut.

“Kami sangat mendukung kerjasama itu, karena Padangpanjang sudah ditetapkan sebagai pusat pengembangan sapi perah di Sumbar, sehingga para peternak sapi perah juga sangat terbantu,” kata Wako Hendri Arnis kepada Tim IDEA dari Selandia Baru pada pertemua di Puskeswan Silaing Bawah.

Wako Hendri mengatakan, program kerja sama tersebut harus disikapi secara serius dan matang melalui dinas terkait dan Pemko secara khususnya. Hal ini dikatakan mengingat Padangpanjang merupakan satu dari dua daerah di Indonesia yang berksempatan menjalin kerja sama dalam proyek IDEA ini.

“Keja sama ini di Indonesia hanya ada dua daerah Jawa Tengah dan Sumatera Barat tepatnya Padangpanjang,” ucap Wako Hendri menirukan Tim IDEA dari Selandia Baru, Pammusureng Muhammad ketika mengunjungi Padangpanjang saat itu.

Pammusureng yang juga Deputy Chief Technical Advisor itu menambahkan, kerjasama dengan negara Selandia Baru itu akan bisa meningkatkan pendapatan peternak susu sapi perah di Padangpanjang.

“Dengan kerja sama itu akan bisa meningkatkan kualitas peternak dalam hal ini produktivitas dan kualitas susu sapi perah,” ujarnya.

Kerja sama yang dirancanakan delapan tahun kedepan itu, nantinya akan memilih dua kelompok peternak sebagai “pilot project” dengan melaksanakan studi kelayakan peternak untuk bisa bersaing dipasaran.

“Kami takut nanti pemasaran bermasalah jika kualiats peternak tidak ditingkatkan, sehingga sulit untuk berkompetisi di pasaran,” katanya. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*