Padangpariaman Bebas Dari Penyakit Filariasis Tahun 2020

Sekdakab Padangpariaman Jonpriadi, SE. MM saat mebuka secara resmi Sosialisasi Pemberian Obat Pencegahan Massal Filariasis (POPMF), tahun 2016, di Hal IKK Parit Malintang Kamis (22/09).

Sekdakab Padangpariaman Jonpriadi, SE. MM saat mebuka secara resmi Sosialisasi Pemberian Obat Pencegahan Massal Filariasis (POPMF), tahun 2016, di Hal IKK Parit Malintang Kamis (22/09).

Advertisements

Padang-today.com__Melihat pencapaian pengobatan massal filariasis tahapI, II, dan III di kabupaten padang pariaman yang sudah dicanangkan pada tahun 2013-2015, Kita Optimis kabupaten Padang Pariaman bebas dari Penyakit Filariasis tahun 2020.

“Padangpariaman diharapkan akan terbebas dari penyakit Filariasis, semuanya ini berkat kegigihan dari stekholder untuk mensolisasikan dan memberikan pengobatan terhadap penyakit ini,” ungkap Sekdakab Padangpariaman Jonpriadi pada saat membuka acara sosialisai Pemberian Obat Pencegahan Massal Filariasis (POPMF), tahun 2016, di Hal IKK Parit Malintang Kamis 22-09-2016.

Menurut Jonpriadi, pencapaian pengobatan massal filariasis berdasarkan jumlah penduduk total tahap I sebesar 86,4 % dan tahap II sebesar 84,7 % dan dan tahap III sebesar 80,6 %. Melebihitarget pencapaian pengobatan massal secara nasionalsebesar 65 %.

Walau demikian, lanjutnya, memasuki tahun ke IV pencananagan pemberian Obat Pencegahan Massal Filariasis, Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman kembali mengingatkan dan meminta seluruh masyarakat untuk meminum obat pencegahan penyakit Filariasis, sehingga target kita menjadikan Kabupaten Padang Pariaman bebas penyakit Filariasis tahun 2020, bisa terwujud.

“ Walupun melebihi target pencapaian nasinal, kita ingatkan kembali kepada seluruh stekholder untuk dapat mensosialisasikan, betapa pentingnya minum obat Filariasi ini, sehingga target Padang Pariaman bebas dari penyakit Filariasi tahun 2020 bisa terwujud” terangnya.

Ia menambahkan, bahwa Sosialisasi ini dilakukan sekaligus sebagai persiapan. Pencanangan Pemberian Obat Pencegahan Massal Filariasis (POPMF) yang akan dilakukan serentak pada tanggal 03 Oktober 2016 Mendatang.

“Setelah Sosialisasi ini, kita akan lakukan Pencanangan Pemberian Obat Pencegahan Massal Filariasis (POPMF) akan kita lakukan pada tanggal 03 Oktober 2016 serentak di seluruh Kabupaten Padang pariaman.” Ungkap Jonpriadi yang kerap disapa Uncu ini.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman dr H. Aspinuddin, Jimmi menyampaikan bahwa tahun 2016 ini adalah tahun ke Empat kita dalam rangka pencanangan, kami berharap setelah lima tahun berturut turut kita lakukan pengobatan dan pencegahan massal Filariasis ini, maka Kabupaten Padang Pariaman bebas dari Penyakit Filariasi.

Dijelaskan, terkait dengan penyakit kaki gajah, dimana penyakit ini merupakan penyakit menular menahun (kronis) yang disebabkan olehcacing filaria, dan ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk.

untuk kita ketahui, Ia menambahkan, bahwa penyakit gajah (filariasis) saat ini sudah menginfeksi sekitar 13.032 kasus dari tahun 200-2015 dan tersebar di 418 kab/kota di 34 propinsi di indonesia.

Sedangkan di kabupaten padang pariaman, lanjutnya, jumlah kasus filariasis dari tahun 2010 september 2016 sebanyak 34 kasus kronis.

Sosialisasi ini dihadiri oleh Seluruh Kepala SKPD, Camat dan Kepala Puskesmas sepadang Pariaman.(suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*