Padangpariaman Menyatakan Sikap Menolak Bangkitnya Paham Komunis

Bupati dan Wakil Bupati Padangpariaman Ali Mukhni, Suhatri Bur menandatangani pernyataan sikap menolak paham komunisme di Padangpariaman

Bupati dan Wakil Bupati Padangpariaman Ali Mukhni, Suhatri Bur menandatangani pernyataan sikap menolak paham komunisme di Padangpariaman

Advertisements

Parit Malintang,PADANG-TODAY.COM__Masyarakat Padangpariaman nyatakan sikap menolak masuk dan berkembangnya paham komunis di Padangpariaman. Sikap tersebut dinyatakan dalam penandatanagan pernyataan menolak dan mengantisipasi bangkitnya komunis di NKRI oleh bupati Padangpariaman, Jumat 19-05-2016 beberapa waktu lalu.

Pernyataan sikap tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan hari kebangkitan nasional Indonesia ke 108 tahun 2016. Ikut yang menandatangani pernyataan tersebut, Dandim 0308 Pariaman, Kapolres Padangpariaman, ketua DPRD Padangpariaman, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Ormas dan LSM se Padangpariaman.

Bupati Padang Pariaman, H Ali Mukhni didampingi wakil bupati Padangpariaman, Suhatri Bur menegaskan sikap pemerintah kabupaten Padangpariaman tegas menolak masuk dan berkembangnya paham komunisme serta bangkitnya organisasi terlarang Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia, khususnya kabupaten Padangpariaman tersebut merupakan bentuk sikap tegas pemerintah Padangpariaman terhadap bahwa laten komunisme.

“Kita tegas menolak masuk dan berkembangnya paham komunis di Padangpariaman apalagi bangkitnya organisasi terlarang PKI yang beridiologi komunisme, tidak ada celah bagi komunis di Padangpariaman,” tegas keduanya.

Meskipun terlarang dan ditolak, namun Pemerintah kabupaten Padangpariaman belum bisa melakukan tindakan terhadap perkembangan paham komunisme dan PKI. Hal ini dikarenakan, belum ada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat tentang penanganan serta antisipasi komunisme dan PKI didaerah.

“Kita belum bisa lakukan tindakan kepada pelanggar yang berkaitan komunisme, karena hingga saat ini belum ada juklas dan juknis dari pemerintah pusat tentang tindakan kepada para pelannggar, namun hal tersebut dapat kita koordinasikan dengan instansi lintas sektoral seperti kepolisian dan Kodim 0308 Pariaman,” ujarnya.

Ditambahkan Ali Mukhni, meskipun belum terdapat juklak dan juknis penanganan komunisme dan PKI, pemerintah Padang Pariaman tetap menghimbau masyarakat untuk antisipasi bahaya laten komunisme dengan meningkatkan keimanan dan peningkatan peran orang tua dan tokoh masyarakat untuk membantengi generasi muda dari paham komunis.

“Orang tua, tokoh masyarakat, tokoh adat harus berperan mengingatkan generasi muda anak dan kemenakan agar jangan disusupi oleh pemahaman radikal kiri ini, seluruh pihak sama sama bertanggung jawab,” himbaunya.

Disamping itu, momen hari kebangkitan nasional ke 108 tahun 2016, Ali Mukhni mengajak generasi muda untuk bekerja keras untuk membangun bangsa.

Dipihak lain, Dandim 0308 Pariaman, Letkol Arh Endro Nurbantoro mengatakan, paham komunisme dan pergerakan PKI sama bahayanya. Temuan simbol PKI palu arit menggunakan media buku, baju kaos dan editan foto-foto merupakan provokasi yang dilakukan oleh aktivitas dan tokoh PKI untuk melihat reaksi masyarakat dan pemerintah Indonesia terhadap keberadaan PKI dan penganut paham komunis. Pernyataan sikap masyarakat yang tegas menolak paham komunisme dan PKI membuat aktivisnya takut.

“Ini seperti pancingan, disebar seperti itu dan mereka lihat tanggapan dan respon kita, apakah sikap Indonesia menerima atau menentang. Kenyataannya, penolakan oleh seluruh masyarakat melalui tokoh-tokoh akan membuat mereka berfikir ulang untuk bergerak,” sebutnya.

Disebutkan Endro, meskipun belum ditemukan indikasi gerakan penyebaran paham komunis dan penyebaran simbol-sombol komunis palu-arit diwilayah komando Kodim 0308 Pariaman, pihaknya melalui petugas unit intel terus dan babinsa terus melakukan monitor indikasi tersebut. Ia menghimbau masyarakat untuk melaporkan kepada petugas jika menemukan lambang-lambang PKI tersebut.

“Meskipun belum ada ditemukan hal tersebut, kita tetap monitor dilapangan melalui petugas unit dan babinsa, jika masyarakat ada menemukan, dapat melaporkan segera kepada petugas kami atau petugas lain,” jelasnya. (hms/suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*