Pahami Dosis Obat Untuk Anak

Obat sirup anak.

Obat sirup anak.

Advertisements

Jakarta, PADANGTODAY.COM-Sendok teh maupun sendok makan kerap menjadi alat ukur untuk memberikan obat cair pada anak. Namun, cara ini sangat tidak dianjurkan. Karena penggunaan sendok sebagai alat ukur bisa menimbulkan risiko kelebihan dosis.

Menurut Dr. Ian Paul, dokter anak di Penn State Milton S. Hershey Children’s Hospital, puluhan ribu anak berakhir di ruang rawat darurat setiap tahunnya, karena kelebihan dosis obat tanpa sengaja. “Dengan penyebabnya, kerap karena petunjuk dari kemasan yang tidak jelas,” terang penulis utama dari panduan dosis metrik baru untuk American Academy of Pediatrics (AAP).

Meskipun unit metrik lebih aman dan lebih akurat, masih banyak penyedia perawatan kesehatan tetap menuliskan dosis resep obat dengan sendok. Sayangnya, penggunaan sendok rumah untuk memberikan obat tersebut, bisa menimbulkan kesalahan yang berbahaya. Misalnya saja, tanpa sengaja menggunakan sendok makan padahal semestinya sendok teh, yang akan melipat tigakan dosisnya.

Terkait dengan hal tersebut, para ahli kemudian membuat panduan dalam pemberian obat cair pada anak. Panduan terbaru mendorong penggunaan ukuran metrik, yaitu mililiter (mL), untuk pemberian obat cair bagi anak sebagai langkah menghindari kesalahan yang dihubungkan dengan penggunaan sendok.

Dalam resep, sebaiknya mencantumkan nol sebelum koma, seperti 0,5 untuk dosis setengah mL. Dan membuang nol di belakang angka terakhir seperti yang terdapat pada 0,50, guna mengurangi potensi kesalahpahaman dosis bagi orang tua.

Dalam panduan ini, pabrikan disarankan untuk menghilangkan instruksi, label, dan alat dosis yang menggunakan unit non metrik. Sementara takaran cup atau syringe alias sempritan yang disediakan dengan obat, sebaiknya dilabelkan dalam unit metrik. Dan ukurannya tidak lebih besar dari dosis maksimumnya.

Dikatakan Robert Poole, direktur farmasi di Lucile Packard Children’s Hospital Stanford, obat-obatan, idealnya menyediakan sempritan yang memiliki flow meter. Karena ini menjadi cara yang paling akurat untuk mengukur cairan obat tersebut.

Selain itu, sempritan juga memudahkan dalam pemberian obat cair. Orang tua cukup menaruh sempritan di sisi mulut anak untuk kemudian melepaskan obatnya secara perlahan. “Anak juga lebih mudah untuk menelan obat dan tentu saja, orang tua tahu dosis yang masuk ke dalam tubuh anak adalah tepat,” lanjut Poole.

Kalau ada cup kecil dalam kemasan obat, sebaiknya hanya digunakan untuk menuangkan cairan saja. Untuk kemudian dituangkan ke dalam sempritan oral. Sebagai tambahan, dalam rekam kesehatan elektronik, sebaiknya tidak memungkinkan dosis non metrik diresepkan oleh klinisi ataupun diproes di apotek.

Kemudian, langkah lain yang dilakukan guna menghindari overdosis dan kesalahan adalah dengan menuliskan berat badan serta suhu tubuh dalam kilogram dan derajat Celcius. “Bukan dengan pounds dan Fahrenheit. Mengingat berat badan menjadi sumber kesalahan pengobatan karena bila orang tua melaporkan berat badan dalam pounds dan dasar untuk dosis obat adalah dalam kilogram, akan membuat kesalahan dosis,” imbuh Lois Parker, apoteker pediatrik di Massachusetts General Hospital, Boston.

(www.reuters.com/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*