Pandangan Umum Fraksi Menggigit, Wulan Denura Sentakkan Sidang DPRD

Wulan Denura Fraksi Partai Gerindra.

Wulan Denura Fraksi Partai Gerindra.

PAYAKUMBUH, PADANGTODAY.com-Delapan Fraksi di tubuh DPRD Kota Payakumbuh menyampaikan pandangan umum terhadap Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RP-APBD) 2014, di Ruang Sidang DPRD, Kamis (24/10).

Pandangan umum masing-masing fraksi tersebut, diawali dari fraksi Golkar yang dibacakan oleh juru bicaranya Maharnis Zul, kemudian disusul fraksi lainnya yang diakhiri dari fraksi PDIP-Hanura yang dibacakan Basri Latief.SH.

Rapat paripurna penyampaian pandangan umum masing-masing fraksi itu dihadiri Wakil Walikota Payakumbuh H. Suwandel Muchtar, para Muspida, pimpinan DPRD Yendri Bondra Dt. Parmato Alam, Suparman, H.Wilman Singkuan dan seluruh SKPD serta para undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, juru bicara fraksi Golkar Maharnis Zul, memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas beberapa prestasi yang diukir oleh SKPD diantaranya dinas Perhubungan dan Informasi yang telah dapat meraih piala Wahana Tata Nugroha.

Apresiasi disampaikan Fraksi ini kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang telah mendapat penghargaan Invesment Award, SMAN 4 mendapatkan Akreditasi A, Bagian Kesra Setdako yang menampilkan berbagai kegiatan, dan SKPD lainnya yang berahsil meraih prestasi.

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, dengan juru bicaranya Nasrul, memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang senantiasa bekerja keras untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Fraksi Demokrat, dengan juru bicaranya Adi Suryatama, menyebutkan, potensi penerimaan pajak dan retribusi perlu penjelasan Walikota tentang onjek pajak mana yang potensial dan masih belum sesuai harapan. Mohon penjelasan Walikota, ujarnya.

Fraksi PAN dengan juru bicara Hurisna Jamhur, menyampaikan, masih banyak potensi penerimaan dari pajak daerah yang bisa dipungut oleh pemerintah daerah kota Payakumbuh, seperti pajak reklame rokok dan sebagainya, katanya.

WULAN SENTAK PAD

Fraksi Gerindra yang disampaikan juru bicaranya Wulan Denura, menyentak Pemko agar untuk masa-masa mendatang penerimaan target-target retribusi daerah dapat terus ditingkatkan dengan melakukan evaluasi dan kajian-kajian yang mendasar serta terus melakukan upaya-upaya intensifikasi dan ekstrasifikasi sumber penerimaan daerah lainnya.

Fraksi PPP dengan juru bicaranya Ahmad Zifal, mempertanyakan kinerja Dinas Kesehatan, seperti rencana tambahan biaya operasional dan pembelian obat-obatan pada Puskesmas-puskesmas untuk menunjang program JKN sebesar Rp2,2 milyar.

Fraksi Bintang Nasdem yang disampaikan juru bicaranya, Ismet Harius, pada dinas Pekerjaan Umum (PU) dan beberapa SKPD lain, terdapat alokasi dana untuk pembelian tanah atau pembebasan lahan. Di suatu sisi kegiatan pembelian tanah dengan harga yang sangat wajar oleh Pemko Payakumbuh adalah hal sangat positif.

Tetapi kata Ismet, di sisi lain, masyarakat jadi enggan memberikan tanahnya secara gratis kepada pemerintah untuk lokasi pembangunan, misalnya untuk jalan lingkungan, saluran irigasi, drainase dan lain-lain.

“Inilah yang jadi dilema yang cukup rumit, padahal kita sangat membutuhkan swadaya dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, mohon kirannya penjelasan Walikota,” harap Ismet.

Sebagai penutup acara, Fraksi PDIP-Hanura dengan juru bicaranya, Basri Latief, menyebutkan, besarnya animo masyarakat untuk meningkatkan sarana dan prsarana pendidikan seperti mobiler termasuk mendorong peningkatan pendidikan karekter anak ditingkat SD dan SMP. Maka, seyogianya pantas mendapat apresiasi dari semua pihak.

“Namun demikian, terhadap program pengadaan sarana dan prasarana mobiler, kami sarankan pengadaan mobiler tersebut haruslah menjaga mutu dan kualitas, sehingga mobiler tersebut dapat bertahan lama,“ ulas mantan kepala Samsat Payakumbuh dan Limapuluh Kota itu.(malin​)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas