Pansus II DPRD Payakumbuh Hearing dengan KAN se-Kota Payakumbuh

Ketua DPRD Kota Payakumbuh YB Dt Parmato Alam

Ketua DPRD Kota Payakumbuh YB Dt Parmato Alam

Advertisements

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Pembangunan daerah wajib terus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Untuk itu, diperlukan upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), guna menompang anggaran pendapatan dan belanja daerah.

“Sumber-sumber PAD antara lain dapat digali dari keuntungan yang diperoleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang didirikan dengan cara memisahkan sebagian harta kekayaan darah untuk dimasukan sebagai modal ke dalam BUMD,”ujar ketua DPRD Kota Payakumbuh Yendri Bodra Dt. Parmato Alam ketika Pansus II hearing dengan KAN se Kota Payakumbuh serta dengan LKAAM, bertempat di aula kantor DPRD setempat, Senin (02/3).

Agar BUMD mampu memberikan tambahan pendapatan APBD, maka BUMD harus dikelola secara proporsional dan profesional. Dalam rangka proporsionalitas pengelolaan BUMD. Oleh sebab itu perlu dibatasi jumlah maksimal harta kekayaan daerah yang dipisahkan kedalam BUMD, termasuk penyertaan modal ke dalam Perseroan terbatas swasta.

Dijelaskannya, profesionalitas BUMD diwujudkan dengan menjalankan Good Govermenance atau Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) dan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Govermenance (GCG).

AUPB dan GCG, tentu hanya dapat tercapai apabila yang menjadi direksi sebagai pengelola BUMD benar-bvenar merupakan figur yang berkualitas. “Untuk memperoleh  figur yang berkualitas tersebut, perlu dilakukan uji kelayakan atau kepatutan kepada seluruh calon anggota direksi oleh sebuah tim yang dapat memberikan penilaian secara objektif, “ujar YB. Dt. Parmato Alam.

Dalam kesempatan itu, anggota Pansus II Ridwan, menyebutkan, sependapat dengan ucapan ketua DPRD. Jika pasar tidak dikelola secara proporsional dan profesional, tentu pasar Kota Payakumbuh akan merugi sepanjang zaman. Contoh sekarang saja, tidak jelas hak sewanya dan batas hak sewa, ujarnya.

Ditambahkan Edward DF, sejak dulu hingga sekarang, kita selalu saja mendengar besar pengeluaran dari pada pendapatan. Salah satu contoh pembanguna pasar setiap tahun dianggarkan. Ini perlu kita benahi secara bersama-sama. “Kita harus mencari akar permasalahan supaya PAD besar di bidang pasar, “harapnya.

Ketua LKAAM Kota Payakumbuh Indra Zahur Dt. Rajo Simarajo, dalam kesempatan itu, juga sependapat dengan apa yang disampaikan ketua DPRD Kota Payakumbuh bersama dengan KAN se Kota Payakumbuh.

“Pasar kota Payakumbuh sudah saatnya dibenahi, apalagi melihat bangunannya yang sudah lama (34 tahun. Red), tentu kita kuatir pada dinding toko dan kios, serta yang lainnya tentunya sudah ada yang lapuk dan atapnyapun sudah banyak yang bocor. Ini perlu mkita renovasi lagi, “sebut IZ, Dt. Rajo Simarajo yang diamini KAN se Kota Payakumbuh.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*