Pansus II DPRD Payakumbuh Terobsesi Bahas Ranperda Kearsipan

Ketua Pansus II DPRD Kota Payakumbuh Fitrial Bachri

Ketua Pansus II DPRD Kota Payakumbuh Fitrial Bachri-

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Kunjungan kerja (Kunker) yang dilaksanakan anggota DPRD Kota Payakumbuh keluar daerah Minggu-Jumat (23-28/8), untuk membahas 5 rancangan peraturan daerah (Ranperda), dalam masa sidang kedua, membuat anggota DPRD bersama SKPD terkait terobsesi untuk mewujudkan ranperda tersebut menjadi Perda secepatnya.

Pansus DPRD Payakumbuh yang dibagi atas dua kelompok itu diantaranya Pansus I diketua Heri Iswandi Sekretaris Syafrizal, mereka berkunjung ke Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, sedangkan Pansus II dengan ketua Drs H Fitrial Bachri, Sekretaris Basri Latief berstudi banding ke Kabupaten Bandung dan Kabupaten Purwakarta.

Sebanyak 5 Ranperda yang dibahas Pansus I dan II itu, diantaranya, Ranperda tentang perubahan Perda Nomor 20 tahun 2011 tentang retribusi jasa usaha, ranperda tentang pengelolaan area pasar, ranperda tentang penyelenggaraan kearsipan di lingkungan Pemko Payakumbuh, Ranperda tentang pemberian air susu ibu eksklusif dan Ranperda tentang penyalahgunaan fungsi lem.

Sebelumnya, dalam masa sidang pertama, anggota DPRD setempat telah sukses melahirkan 6 ranperda menjadi perda, kini, dua Pansus itu bakal memacu 5 ranperda lagi, dengan bekerja maksimal, dari pukul 09.00 WIB hingga ke pukul 18.00 WIB, bahkan juga hingga malam dengan tidak mengenal hari libur.

Ketua Pansus II Fitrial Bachri, sepulang melaksanakan Kunker, kepada sejumlah wartawan di kantor DPRD Kota Payakumbuh, Jum’at (28/8), mengatakan, dari 3 buah Ranperda yang didapat dari Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Bandung itu membuat kita terasa terobsesi untuk mewujudkan Kantor Arsip dan Perpustakaan (KAP) Payakumbuh yang reprensentatif.

Artinya, Pemko Payakumbuh bersama SKPD terkait benar-benar serius memposisikan KAP sebagai kantor yang betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat luas, sesuai dengan visi misi Walikota terhadap pendidikan. Maka, KAP lah tempatnya untuk mencerdaskan bangsa dan menimba ilmu.

Dikatakan mantan Camat Kebayoran itu, Arsip adalah naskah-naskah yang dibuat dan diterima oleh lembaga-lembaga negara dan Badan-badan pemerintah dalam bentuk corak apapun, baik dalam keadaan tunggal maupun berkelompok, dalam rangka pelaksanaan kegiatan Pemerintah. Maka, KAP dibutuhkan sarana prasarana yang lengkap.

Dengan melakukan studi banding ke luar dareah, seperti kabupaten Purwakarta Jawa Barat yang tercacat sebagai juara I tingkat nasional, ternyata banyak yang dipetik disana, kita di Payakumbuh sangat termotivasi untuk memajukan KAP, bagaimana nantinya KAP Payakumbuh dapat pula berprestasi hendaknya. Semuanya itu tentu didukung oleh anggaran yang memadai.

Kami lihat lagi di kabupaten Bandung, dalam pengelolaan dokumen, seperti dokumen perusahaan, karena perusahaan adalah data, catatan, dan keterangan yang dibuat diterima oleh perusahaan dalam rangka pelaksanaan kegiatannya, baik tertulis diatas kertas atau sarana lain maupun terekam dalam bentuk corak apapun yang dapat dilihat, dibaca, atau didengar.

Kemudian nilai guna arsip adalah nilai arsip yang didasarkan pada kegunaanya bagi kepentingan pengguna arsip. Retensi Arsip adalah penentuan jangka waktu simpan suatu arsip atas dasar nilai guna yang terkandung di dalamnya.

“Untuk terpeliharanya bahan-bahan pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan kebangsaan, maka perlu dilakukan upaya-upaya penyelamatan dan pelestarian arsip dengan sebuah Perda,” jelas Fitrial.(rel/dod)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*