Pansus III DPRD Payakumbuh: Pidana Kurungan Beda dengan Pidana Penjara

Ketua Pansus III DPRD Kota Payakumbuh H Maharnis Zul

Ketua Pansus III DPRD Kota Payakumbuh Maharnis Zul

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Sebelum ketok palu Ranperda (Rancangan peraturan daerah) menjadi Peraturan daerah) Perda, perlu kami sampaikan kepada masyarakat luas. Dalam pasal demi pasal tentunya ada sangsi bagi pelanggar Perda.

“Selama membahas Ranperda, ternyata masih banyak masyarakat yang bertanya apa bedanya pidana kurungan dengan pidana penjara. Bagi pelanggar pidana kurungan, orang tersebut dikurung hanya diwilayah Kota Payakumbuh,” ujar ketua Pansus III DPRD Kota Payakumbuh H Maharnis Zul di hadapan para Kepsek SLTP dan SLTA se Kota Payakumbuh, ketika acara rapat dengar pendapat di Alua Kantor DPRD Payakumbuh, Rabu (18/3).

Sedangkan pidana penjara, mereka bisa saja ditahan di daerah lain. Bisa di Nusakambangan, Lapas Muaro Kota Padang dan sebagainya. Kemudian terhadap pidana kurungan, pelanggar Perda dikurung diwilayah yang membuat Perda.

Setelah kita sosialisasikan kepada masyarakat, DPRD Kota Payakumbuh dalam tahun 2015 ini sedang membahas sebanyak 28 Ranperda. Dari 28 Ranperda yang akan lahir itu, DPRD membagi tiga kelompok yang dinamakan panitia khusus (Pansus).

Artinya, dalam kesempatan ini, karena yang hadir dalam hearing tidak semua masyarakat, mohon kiranya kepada masyarakat yang mengikuti rapat dengar pendapat dapat menyampaikan kepada masyarakat luas dengan pesan berantai. Guna dilahirkan perda adalah untuk kenyamanan masyarakat untuk beraktifitas.

“Namun, alangkah bagusnya Ranperda tersebut disampaikan kepada anak-anak disusia dini, supaya mereka dari jauh hari paham terhadap perda dan sangsi-sangsinya. Jika anak-anak diusia dini dan para pelajar mengerti terhadap perda, bearti mereka telah berperan menegakkan perda,” jelas Maharnis Zul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas