Pariwara : Limapuluh Kota Andalkan Pariwisata, Kelok 9 Jadi Destinasi

Logo Kabupaten Limapuluh Kota

Logo Kabupaten Limapuluh Kota

Advertisements

LIMAPULUH KOTA, PADANGTODAY.COM- Presiden Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang

Yudhoyono (SBY) bersama ibu negara Ani Yudhoyono saat meninjau jembatan Kelok 9 beberapa waktu lalu, memberi apresiasi Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar atas keindahan alam kabupaten yang berbatasan dengan Provinsi Riau ini.

Kelok 9 yang Dijepret Ibu Negara.

Kelok 9 yang Dijepret Ibu Negara.

Apresiasi tinggi dari orang nomor satu di Indonesia ini menambah motivasi Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo dan Wakil Bupati Asyirwan Yunus untuk terus membangun daerah ini.

Selain kagum dengan keindahannya, Presiden SBY mengakui bahwa Jembatan Kelok 9 adalah salah satu mahakarya anak bangsa.

Dalam kesempatan ini juga, rombongan berdoa agar Jembatan Kelok 9 membawa berkah.

“Semoga Jembatan Kelok 9 membawa berkah, kemajuan, dan manfaat bagi seluruh masyarakat Sumatera Barat dan juga masyarakat

Indonesia,” tutur SBY saat memimpin doa.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto menjelaskan bahwa Jembatan Kelok 9 dibangun karena kondisi jalan sebelumnya sangat sempit dengan radius tikungan yang sangat kecil sehingga tidak lagi mampu mengakomodasi kendaraan-kendaraan besar.

Wakil Bupati Asyirwan Yunus

Wakil Bupati Asyirwan Yunus

Bupati Alis Marajo

Bupati Alis Marajo

“Dulu tanjakannya tinggi, kondisi jalan seperti ular dan sempit berkelok-kelok membuat kendaraan besar harus berhenti dan bergantian, tetapi sekarang normal,” tutur Djoko.

“Jembatan Kelok 9 terdiri dari enam jembatan dengan panjang total 943 meter dan jalan penghubung sepanjang 2.089 meter yang dibangun dengan biaya keseluruhan Rp 602,55 miliar. Dan, sekarang sedang diadakannya sayembara untuk pengaturan lingkungannya, kemungkinan akan ada tempat untuk melihat keindahan jembatan ini,” tambah Djoko.

Dalam kunjungannya itu, selain Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Djoko Murjanto, Dirjen Cipta Karya Imam Santoso Ernawi, Kepala Pusat Komunikasi Publik Danis H.

Sumadilaga, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Maruasas, Bupati Lima Puluh Kota Alis Marajo, Wakil Bupati

Lima Puluh Kota Asyirwan Yunus, Walikota Payakumbuh Riza Palevi dan Kepala Satker Jembatan Kelok 9 Dahler turut mendampingi

Presiden SBY. (*)

 

Pariwisata Limapuluh Kota Makin Berkembang

Kepala Dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Novyan Burano menyatakan, dukungan terhadap Pariwisata mulai meningkat. Tahun 2013, target Pendapatan Asli Daerah pariwisata sudah jauh meninggalkan angka yang ditetapkan. Artinya, pariwisata mampu berbicara banyak sebab kinerjanya tercapai. Malahan Tahun ini, sudah lebih tiga perempat target di semester I 2014 tercapai.

Kadis Budaya,Pariwisata,Pemuda dan Olahraga Limapuluh Kota Novyan Burano.

Kadis Budaya,Pariwisata,Pemuda dan Olahraga Limapuluh Kota Novyan Burano.

Kabid Pariwisata Limapuluh Kota Ali Hasan.

Kabid Pariwisata Limapuluh Kota Ali Hasan.

Kabid Pariwisata, Ali Hasan mengakui pariwisata di Limapuluh Kota hanya didukung dengan anggarn Rp400 juta saja di 2013 ini.

Padahal telah diajukan dengan rasional Rp3 miliar di awal pembahasan anggaran 2013 lalu.

”Alhamdulillah, berkat kesungguhan seluruh staf dan pelaku pariwisata, untuk tahun 2013 selain meraih PNPM, PAD Pariwisata juga tercapai. Pendapatan Asli Daerah yang ditargetkan Rp350 juta, sampai tengah Oktober ini telah mencapai Rp365 juta,” ungkap Ali Hasan.

Khusus di wisata minat khusus, akan segera diberdayakan sebuah kelompok masyarakat pariwisata di Koto Alam. Targetnya, tentu saja PNPM Pariwisata akan bertambah di sana. (*)

 

Pemilihan Uda-Uni

Uda-Uni Limapuluh Kota

Uda-Uni Limapuluh Kota

 

Uda dan Uni  merupakan Calender of Event Kabupaten  Lima Puluh Kota yang pemenangnya akan dinobatkan menjadi Duta Wisata Kabupaten yang dapat mewakili Kabupaten Lima Puluh Kota untuk maju ke tingkat provinsi dan menjadi  “Duta Wisata Sumatera Barat.”

Melalui Pemilihan uda dan Uni dapat memberikan peluang bagi generasi muda agar dapat menggali potensi diri serta menyalurkan bakat minat dalam kegiatan yang positif selain itu berperan aktif dalam meningkatkan aktivitas kesenian dan kebudayaan tradisional untuk media promosi  pariwisata Kabupaten Limapuluh Kota sehingga mampu meningkatkan Kunjungan wisata nusantara hingga mancanegara dan mampu menumbuh kembangkan kebudayaan Lima Puluh Kota khusunya dan Sumatera Barat umumnya. (*)

 

Bakajang

Tugu Sakido Mura di Lima Puluh Kota.

Tugu Sakido Mura di Lima Puluh Kota.

 

Bakajang adalah salah satu Budaya dari Kenagarian Gunuang Malintang yang sudah menjadi tradisi secara turun temurun dari nenek moyang. Kajang yang berarti Sampan merupakan alat transportasi di masa lalu yang digunakan oleh niniak mamak empat suku dari candi Muara Takus menuju Gunuang Malintang yang melintasi perairan sungai Batang Maek.

Pada zaman dahulu Bakajang hanya menggunakan sampan yang dihias oleh kain tetapi dengan kemajuan zaman, maka bakajang menggunajan sampan yang dihias menggunakan papan triplek yang dicat seidentik mungkin hingg menyerupai kapal pesiar.

Setiap jorong memiliki satu kajang yang berfungsi sebagai alat transportasi bagi niniak mamak menuju istano niniak mamak yang berada pada dijorong lain.  Acara alek bakajang juga menjadikan penyatuan antara niniak mamak dengan kemenakan hingga Masyarakar dan Pemerintahan Nagari.

Bakajang adalah salah satu Budaya dari Kenagarian Gunuang Malintang yang sudah menjadi tradisi secara turun temurun dari nenek moyang. Kajang yang berarti Sampan merupakan alat transportasi di masa lalu yang digunakan oleh niniak mamak empat suku dari candi Muara Takus menuju Gunuang Malintang yang melintasi perairan sungai Batang Mahat.

Pada zaman dahulu Bakajang hanya menggunakan sampan yang dihias oleh kain tetapi dengan kemajuan zaman, maka bakajang menggunajan sampan yang dihias menggunakan papan triplek yang di cat se identik mungkin hingg menyerupai kapal pesiar. Setiap jorong memiliki satu kajang yang berfungsi sebagai alat transportasi bagi niniak mamak menuju istano niniak mamak yang berada pada dijorong lain. acara alek bakajang juga menjadikan penyatuan antara niniak mamak dengan kemenakan hingga Masyarakar dan Pemerintahan Nagari. (*)

 

Potensi Pariwisata

Kadis Budpar Sumbar Burhasman Bur bersama Kadisudparpora Limapuluh Kota Zulhikmi,

Kadis Budpar Sumbar Burhasman Bur bersama Mantan Kadisudparpora Limapuluh Kota Zulhikmi,

Kabupaten Lima Puluh Kota secara geografis, sangat strategis dalam pengembangan Kepariwisataan, ini disebabkan beberapa hal, di antaranya aksesbilitasnya terletak di pinggir Jalan Negara Padang-Pekanbaru, iklimnya yang sejuk. Didukung dengan keindahan alam, seperti topografi yang berbukit dan bergunung, yang memiliki banyak sungai, goa alam, air terjun serta dengan karakteristik alam yang sebagian besar masih cukup asli.

Kondisi ini merupakan potensi bagi pengembangan aktivitas wisata, terutama dengan tema wisata petualangan, dan wisata olahraga, serta pengembangan aktivitas luar ruangan seperti outbound, paint-gun, dan aktivitas yang membutuhkan kemampuan fisik lainnya.

Dinas Kebudayan dan Pariwisata lahir dari Perda Nomor 6 Tahun 2008, Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah mempunyai Visi “Terwujudnya Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai daerah tujuan wisata andalan di Sumatera Barat, dengan pembangunan kebudayaan dan pariwisata yang beridentitas adat dan agama, untuk kesejahteraan masyarakat” .

Misi yang diemban oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata adalah Melakukan Pelestarian Sejarah dan Pengembangan Kebudayaan yang berlandaskan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Melakukan pengembangan Destinasi dan pemasaran Pariwisata yang berdaya guna yang berbasis Nagari dan masyarakat. Melakukan pengembangan sumberdaya kebudayaan dan pariwisata.Membangun jaringan kerjasama kebudayaan dan pariwisata.

Kabupaten Lima Puluh Kota, mempunyai beberapa kelompok jenis wisata yakni, berdasarkan Objek Wisata yang dijual, Lima Puluh Kota, memiliki jenis objek yakni : Wisata Alam (33 objek) yang menjadi andalan 3 objek , adalah : Lembah Harau , Kapalo Banda dan Batang Tabik. Wisata Budaya (6 Objek) yang menjadi andalan seperti Rumah Gadang Sungai Baringin, Rumah Ukiran Cino di Simalanggang,Perkampungan Belubus,Perkampungan seribu Gonjong di Koto Tinggi Kecamatan gunuang Omeh. Wisata Sejarah (9 Objek) yang menjadi andalan seperti, Makam Pahlawan Situjuah, Tugu PDRI di Halaban, Tugu PDR Koto Tinggi, Rumah Tua Tan Malaka, dan Wisata Arkeologi (4 Objek) seperti Komplek Menhir di Koto Tinggi Maek, Kecamatan Bukik Barisan, komplek menhir Belubus, Kecamatan Guguak.

Berdasarkan tujuan berwisata, Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki 4 (empat) kategori yakni : Pariwisata untuk menikmati perjalanan (7 objek), Pariwisata untuk Rekreasi (24 Objek), Pariwisata untuk kebudayaan (19 objek) dan pariwisata untuk olahraga (2 objek). Dalam melaksanakan pembangunan di bidang kepariwisataan guna mewujudkan pengembangan pariwisata Lima Puluh Kota yaitu, pariwisata sebagai sumber penghasil devisa dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah dengan tetap memperhatikan aspek sosial ekonomi, sosial budaya dan lingkungan hidup. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan kepariwisataan diarahkan pada,terciptanya iklim yang kondusif bagi pembangunan pariwisata berbasis pada masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat. Mengembangkan dan mendayagunakan berbagai potensi kepariwisataan dinagari melalui pelestarian adat istiadat, budaya daerah, dan lingkungan hidup.

Mengembangnya Obyek dan Daya Tarik Wisata melalui atraksi yang berbasis pada alam, seni dan budaya, sistem sosial serta kehidupan masyarakat ( living culture). Meningkatkan fasilitas dan utilitas pariwisata dengan menggunakan pola dan sistem setempat yang menunjang pertumbuhan industri kecil sehingga pendapatan masyarakat, pendapatan daerah meningkat Produk wisata Kabupaten Lima Puluh Kota yang didominasi oleh wisata alam, budaya dan sejarah dikembangkan dengan mengacu pada konsep wisata berwawasan lingkungan (ekowisata) dan wisata massal.

Pengembangan Produk Wisata di Lima Puluh Kota dilakukan dengan Pengembangan Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW),Pengembangan akomodasi wisata, Pengembangan Sarana dan Prasarana Wisata, Pengembangan Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) merupakan upaya pengelolaan dan pelestarian ODTW yang meliputi keindahan alam, keaslian lingkungan dan bentuk alam, keaneka ragaman hayati dan budaya daerah yang merupakankekayaan Daerah.

Strategi pengembangan ODTW, melestarikan kekayaan Daerah dengan menggali potensi alam maupun budaya yang dapat dijadikan ODTW, mengembangkan dan membangun kawasan potensial ODTW tanpa merusak lingkungan, meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat di wilayah ODTW mengenai pola pengembangan ODTW yang bertumpu pada masyarakat, meningkatkan kemandirian masyarakat setempat untuk berperan serta aktif dalampengembangan ODTW dan pelestarian lingkungan, mempromosikan ODTW dan memberikan gambaran tentang kelayakan usaha di kawasan ODTW yang potensial.

Pengembangan tematik produk wisata ini didasarkan prioritas pengembangan objek pada Wilayah Pengembangan Pariwisata dengan ditunjang oleh beberapa objek wisata pendukung serta kesamaan tema dan karakter objek yang didukung oleh kesamaan aksesibilitas. (*)

 

Radang Limapuluh Kota, Terbaik di Sumbar dan Dipuji

Randang Limapuluh Kota.

Randang Limapuluh Kota.

Randang. Makanan yang kini mendunia ini sangat khas citarasa Sumatera Barat. Bagian dari kuliner nusantara yang ikut mengorbitkan Limapuluh Kota.

Randang di Limapuluh Kota, kata para juri Festival Randang Padang dan Pameran Kuliner Sumatera Barat tahun lalu, bahkan turut dicicip oleh Ibu Nevi Irwan Prayitno, Ketua PKK Sumbar, sungguh lezat. Apa rahasianya?

Di Festival Randang Padang yang berlangsung di Taman Buday Sumatera Barat, Jumat-Sabtu (19-20/10) lalu itu Limapuluh Kota menjadi peserta terbaik III. Setelah Kota Padang, Kabupaten Agam, Limapuluh Kota meninggalkan Kota Payakumbuh dan Kota Padangpanjang di urutan terbaik ke-4 dan ke-5.

Seluruh peserta terbaik ini, dihadiahi oleh panitia dengan piagam penghargan ditambah dengan hadiah uang tunai Rp5 juta.

Ny Irwan Prayitno sangat menyulai Randang Lima Puluh Kota.

Ny Irwan Prayitno sangat menyulai Randang Lima Puluh Kota.

Khusus Limapuluh Kota, yang didampingi langsung oleh Ketua PKK Ibu Eva Yendri Thomas, terlihat bangga. 3 orang peserta atau tim pembuat randang ini yang dipimpin oleh Ibu Opi, merupakan kelompok masyarakat kuliner asal Nagari Sungai Kamuyang, Kecamtan Luak, Limapuluh Kota.

Resepnya, Limapuluh Kota dengan bahan daging 5 kg yang dibeli di Pasa Pagi Ulak Karang Padang, kemudian memasak dengan tugku, kayu api, kuali dan sanduak yang disediakan oleh panitia. Bumbu dasarnya kelap, cabe, bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, daun kunyit, daun jeruk, serei, daun salam, dan garam.

Petunjuk penilaian yang terdiri atas komposisi bumbu, prosesi pembuatan randang, higeinis, rasa, dan penyajian. Tim juri melihat keunggulan-keunggulan Limapuluh Kota. Piawainya Ibu Opi dan tim memasak randang, sebab memang sudah menjadi kekhasan di Sungai Kamuyang. Ada produksi randang di sana.

Seluruh pengurus inti Tim Penggerak PKK se-Sumbar hadir di lokasi Festival Randang ini. Limapuluh Kota juga mengutus tim Pameran Kuliner dari Suliki dikomandoi Yusniwati. Stan pameran Limapuluh Kota yang menampilkan randang hasil olahan Rang Sungai Kamuyang ini dinikmati, dibicarakan, bahkan menjadi gosip tersendiri oleh Ibu Nevi Irwan Prayitno yang istri Gubernur Sumbar, Ibu Muthia Fauzi Bahar yang istri Walikota Padang, Ibu Eva Yendri Thomas yang ibu Sekda Limapuluh Kota.

”Limapuluh Kota memang memiliki kekhasan yang luar biasa. Kita salut dengan hasil olahan randang yang memiliki kekhasan rasa dan kenikmatan yang luar biasa,” ujar Ibu Nevi serius.

Sementara itu, menceritakan keunggulan Limapuluh Kota di Festival Randang Padang ini, Kabid Pariwisata Ali Hasan bersama stafnya Susi Ramayanti yang mendampingi para peserta asal Limapuluh Kota ini sejak tahapan persiapan hingga melekatnya piagam terbaik se-Sumatera Barat ini dilekatkan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*