Partai Gerindra DPC Harau Langsung Menjambangi Nenek Miskin di Bawah Kantor Bupati

Partai Gerindra DPC Harau Langsung Menjambangi Nenek Miskin di Bawah Kantor Bupati

Partai Gerindra DPC Harau Langsung Menjambangi Nenek Miskin di Bawah Kantor Bupati

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Semenjak Rabu (28/2/2018) malam di share dan menjadi viral, sontak banyak yang bertanya dimana lokasi rumah nenek buta, Buk Eli usia 76 tahun. Sebenarnya tak payah mencari rumah si nenek ini, lokasinya tepat di jalan sebelah gerbang Kantor Bupati Limapuluh Kota.

“Lalu masuk sedikit. Tepat di arah bawah kantor DPRD Limapuluh Kota dan Kantor Bupati, rumah kayu yang tiris itu berada,” kata Ketua Partai Gerindra PAC Harau, Rinaldi Dharma Putra. Bersama Wakil Sekretaris Reni Sarita Dewi, Wakil Bendahara Yuwelti, dan Reamon Vova SKom. Mereka datang pertama tergerak untuk membantu, Kamis (1/3/2018).

Atas nama PAC Harau beras satu karung, minyak sayur dua bungkus, gula, teh dan kopi, satu dus mie instan, sarden besar dan juga paket makanan lainnya dibawakan oleh Pengurus Pa rtai Gerindra PAC Harau ini.

Nenek buta 80 tahun ini tinggal di rumah tiris berdekatan dengan Kantor Bupati. Ia membesarkan satu orang anaknya Obi yang menderita pendengarannya tidak baik lagi. Buk Eli ini butuh perhatian pemerintah. Jangankan bantuan untuk berobat, untuk makan sehari-hari pun hanya didapat bila ada warga sekitar bersedekah.

Buk Eli ini juga membutuhkan uluran tangan dermawan agar pondok yang ia tempati tidak bocor lagi. Sebab, bila hujan, ia dan kedua anaknya yang menderita gangguan jiwa harus menumpuk di dapur yang tanpa pintu ini. Tidur.

Kondisi rumah ini semua atapnya hanya terbuat dari seng bekas yang bolong-bolong. Itupun atas bantuan orang yang kasihan di lingkungan sekitar. Padahal setiap hari para pejabat lewat jalan gedung rakyat ini. Namun untuk biaya pengobatan rutin, nenek ini bergantung pada belas kasihan orang lain.

Jika ada sedekah yang ia terima, maka ia bisa makan dengan sayur yang ia beli dari bantuan tetangganya. Katanya, ia tidak butuh bantuan beras, karena masih punya pertigaan sawah peninggalan leluhurnya, meski tinggal sedikit. Sebagian tanah dan sawah leluhurnya sudah habis terjual untuk pengobatan anaknya dan biaya hidup sehari-hari.

Bantuan dari berbagai pihak yang peduli dengan kondisi nenek ini masih sangat dibutuhkan.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas