Pasar Pariaman Riwayatmu Kini

Padang-today.com__Dewasa ini pasar sandang pangan yang terletak di pinggir pantai Pariaman tampak sembraut. Para pedagang berjualan di lorong-lorong sempit dan seperti tidak ada penganturannya. Bahkan lapak-lapak kaki lima juga memenuhi badan jalan. Akibatnya sering terjadi kemacetan parah, terutama di jalan depan stasiun kereta api.

Ada apakah sebenarnya yang membuat hal itu terjadi…? Ternyata sedang terjadi renovasi di Pasar Pariaman. Pemerintah Kota Pariaman sedang mewujudkan pembangunan pasar dalam satu kalender tahun 2019.

Pembangunan itu akan menelan biaya biaya Rp 100 miliar. Biaya tersebut bersumber dari anggaran Pusat (APBN) 2019. Baru-baru ini, tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI lakukan survey awal untuk kegiatan Sondir dan Boring ( Pengujian daya dukung tanah ) selama 15 hari untuk pembangunan pasar Pariaman.

” Pengujian telah dimulai sejak Bulan Mei 2019 lalu, dan telah dilaksanakan Boring di tiga titik dan Sondir di lima titik,” kata Kabid Tata Ruang dan Penataan Bangunan Dinas PUPR dan Pertanahan KotaPariaman, Nopriyadi Syukri, Sabtu 22-06-2019 di Pariaman.

Menurutnya, Sondir merupakan salah satu pengujian tanah agar konsultan mengetahui karakteristik tanah yang dilakukan di lapangan atau pada lokasi yang akan dilakukan pembangunan konstruksi.

Sedangkan Boring tes adalah pekerjaan pengambilan sampel tanah asli untuk mengetahui kondisi tanah perlayer dan jika dimungkinkan samapi di tanah keras.

” Boring ini sekaligus dilakukan dengan SPT (standar penetration test) disetiap interval 2,0 m,” kata dia.

Artinya, untuk penentuan jenis dri tanah dan setelah itu kita bisa menganalisa karakteristik tanah tersebut, dan memberikan analisa, desain yang cocok dan aman untuk pondasi bangunan.

Ketika ditanya soal kesembrawutan pasar saat ini, Nopriyadi yang akrab disapa Nono ini tidak bisa menjelaskan. ” Kami dari unit (OPD) teknis, masalah non teknis silakan tanya ke Koperindag. Urusan kami sampai siap lebaran kemarin lancar semua,” Akunya.

Namun begitu menurutnya proyek akan selesai pada akhir tahun 2020. ” Setelah itu para pedagang akan mudah diatur karena mereka sudah menempati kios-kios yang disediakan,” ujarnya.

Pembangunan Pasar Pariaman yang menggunakan anggaran 100 persen dari dana pusat ini, tender dan pelelanggannya dilakukan di Kementerian PUPR, dengan menghabiskan anggaran sekitar 100 miliar.

” Berkat kegigihan dan ketabahan Genius Umar dan Mardison Mahyuddin, ALhamdulillah proposal pembangunan pasar ini dapat disetujui oleh pusat. Artinya, lobi wako ke pusat terkait dengan hal ini sangat membuahkan hasil bagi daerah dan masyarakat Kota Pariaman,” tandasnya menghakiri. (Syafrial Suger)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas