Pasar Penampungan harus Representatif

Hukemri   Anggota DPRD Padangpanjang dari Partai Amanat Nasional (PAN)

Hukemri
Anggota DPRD Padangpanjang dari Partai Amanat Nasional (PAN)

Advertisements

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Terkait wecana pembangunan pasar oleh Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang tinggal menghitung hari, DPRD mengingatkan agar tidak mengabaikan kepentingan masyarakat atau pun pedagang Pasar Pusat di kota berjuluk Serambi Mekkah tersebut.

Anggota DPRD Padangpanjang dari Partai Amanat Nasional (PAN), Hukemri menilai upaya pembenahan pasar secara umum memang telah menjadi kebutuhan. Hal itu diungkapkan politis muda tersebut, mengingat kondisi kesemrawutan yang terjadi secara jelas sangat mengganggu tingkat kesejahteraan pedagang akibat rendahnya minat kunjungan pembeli dari masyarakat Padangpanjang maupun pendatang dari luar daerah berhawa sejuk itu.

Menyikapi telah diterbitkannya pengumuman disertai imbauan Pemko terhadap pedagang untuk segera melakukan pendaftaran pembelian kios melalui Kantor Pengelolaan Pasar sejak beberapa waktu lalu, Hukemri menilai rencana pemerintah untuk membangun pasar sepertinya sudah mutlak. Berdasarkan informasi yang didapat, diperkirakan 30 Januari mendatang proses tahapan pembangunan akan dilaksanakan yang diawali dengan pembangunan kios penampungan bagi pedagang.

“Apapun hasilnya sekarang, sudah merupakan suatu keputusan yang telah menjalani perhitungan dan pengkajian pemerintah secara matang. Namun jika memang pasar akan dibangun, penampungan sementara bagi pedagang nantinya harus memperhatikan kondisi dan akses yang representative. Sehingga semasa aktivitas perdagangan di dalam penampungan, daya jual beli masyarakat tidak semakin parah,” tutur Hukemri kepada Padangtoday melalui selulernya.

Hukemri menegaskan, pentingnya penampungan yang representative berkaitan dengan pembangunan pasar agar bebab pedagang tidak semakin berat. Sama diketahui, kondisi ekonomi pedagang sangat memprihatinkan karena rendahnya daya jual beli setelah beberapa kali musibah kebakaran terjadi. Hal ini dinilai, banyak pedagang yang tidak memiliki kemampuan untuk dengan mudah bisa membeli kios baru tersebut.

Bahkan wakil rakyat yang juga salah seorang pelaku pasar tersebut, mengaku dalam kondisi saat ini sangat prihatin dengan nasi pedagang pasar secara umum. Dikatakannya, tidak sedikit pedagang yang terbelit persoalan utang pascabencana kebakaran. Karena itu, pasar penampungan harus direncanakan semaksimal mungkin yang didukung sarana pendukung lainnya. Seperti kawasan parkir yang dapat memberikan kenyamanan kepada calon pembeli.

“Kami berharap, putusan pemerintah untuk merealisasikan pembangunan pasar bisa membawa perubahan perekonomian masyarakat ke arah yang lebih baik. Karena itu dalam tahapan awal ini, penampungan bisa mendorong kesiapan pedagang untuk meraih peluang dalam konteks pembelian kios dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah bersama investor. Semoga semua bisa berjalan baik sesuai rencana,” pungkas Hukemri. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*