Pasar Penampungan Sudah Ditempati Pedagang

Padang-today.com__Pemerintah Kota Pariaman, Sumbar berharap pembangunan pasar pariaman dapat terselesaikan pada tahun 2019 dengan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp 120 miliar.

Hal ini dibuktikan telah dibongkarnya pasar pariaman untuk segera dilakukan pembangunan. Tepatnya pada hari ini, Rabu 13/03 pembongkaran pasar tersebut telah dilakukan dan para pedagang sudah bisa menemempati penampungan sementara yang telah disediakan oleh pihak pemerintah setempat di lapangan parkir lapangan merdeka.

Dua hari sebelum pasar pariaman yang direncanakan akan dibongkar dan diratakan dengan tanah para pedagang yang ada di disana sudah melakukan pengosongan kios-kios mereka dari barang dagangan mereka sejak kunci kios penampungan diserahkan pada mereka oleh Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman pada Minggu(10/3).

Para pedagang yang ada di Pasar Pariaman sudah mulai mengemasi dan memindahkan barang-barang dagangan mereka setelah mendapatkan instruksi dan sosialisasi dari Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman pada hari selasa (5/3) yang dihadiri oleh para pedagang pemilik kartu kuning.

Sebelumnya, para pedagang di pasar tersebut sudah menyepakati untuk dipindahkan kepasar penampungan sementara. Namun, ada sejumlah pedagang meragukan keamanan kios tersebut, sehingga mereka menganti pintunya dengan bahan yang lebih kuat dan aman.

Sebut saja Halinar, (64) seorang pedagang di pasar itu mengatakan ia pindah ke pasar penampungan semenjak empat hari yang lalu. “ Hingga sekarang sudah terjadi transaksi jual beli di pasar penampungan itu,” kata dia.

Hal senda disampaikan, Roemanih, (54) pedagang kain mengatakan bahwa sesuai instruksi yang diberikan kepada kami bahwa tanggal 12 Maret ini kami semua para pedagang sudah harus mengosongkan kios-kios yang ada di pasar pariaman dan pindah ke kios-kios penampungan yang sudah disediakan oleh pihak pemerintah.

“Waktu yang diberikan kepada kami cuma dua hari untuk mengosongkan lokasi dan pindah kepenampungan yang sudah di sediakan , tapi sampai saat ini kami belum bisa pindah ke penampungan karena penampungan tersebut memang harus dibenahi dahulu sebelum di isi, dan untuk sementara barang jualan kami tumpuk dulu di rumah sampai tempat yang baru selesai kami perbaiki”ujarnya.

Ia mengakui, untuk menempati pasar penampungan itu perlu waktu dalam membenahi barang-barang dagangannya. Untuk itu, pedagang membutuhkan waktu yang cukup dalam pemindahan.

Selain itu, kios penampungan itu ukuranya terlalu kecil untuk menampung sejumlah dagangan, sehingga tidak dapat menampung dagangan yang ada di pasar lama. “ kendalanya adalah kecilnya kios yang akan mereka tempati sehingga tidak muat semua barang untuk disusun di sana sekaligus susah untuk mencari tukang untuk melakukan pekerjaan tersebut saat ini,” ujarnya.

Sementara Kepala Dianas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Pariaman, Gusneyeti Zaunit membenarkan dengan adanya sejumlah pedagang merasa tidak nyaman dengan barang yang akan disimpan pada pasar penampungan tersebut.

“ Mungkin pihak pedagang ingin memastikan keamanan barang daganngannya, namun saya akan berkoordinasi dengan dinas pekerjaan umum untuk itu,” kata dia.

Sebelum pembongkaran pasar dilakukan, pedagang pasar tersebut beberapa hari lalu telah mengosongkan kiosnya untuk pindah ke pasar penampungan sementara yang lokasinya berdekatan dengan Pasar Pariaman.

Ia menambahkan, setelah pasar pariaman dibongkar maka sekitar April 2019 pasar tersebut dibangun kembali dan selesai pada akhir tahun itu. ( suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas