Pasca Bencana Air Bah di Mungo, Hutan Gundul Menjadi Tengarai

Pasca Bencana Air Bah di Mungo, Hutan Gundul Menjadi Tengarai. Kondisi saat air bah datang.

Pasca Bencana Air Bah di Mungo, Hutan Gundul Menjadi Tengarai. Kondisi saat air bah datang.

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com–Galodo yang melanda Mudiak Liki beberapa waktu lalu, diikuti air bah yang melanda Jorong Indo Baleh Timur dan Indo Baleh Barat Nagari Mungo Kecamatan Luak, Selasa (19/5). Bencana ini ditengarai sebab gundulnya hutan di kawasan Bukit Barisan dan Gunuang Sago.

Sepanjang aliran air bah, ditemukan banyak bekas kayu gelondongan. Sejumlah warga yang ditemui di lokasi kejadian, Rabu (20/5), mengakui harus membersihkan bekas kayu yang hanyut dibawa arus air.

“Walau tidak memastikan, namun debit air besar, disertai potongan kayu bekas mesin. Termasuk batu-batu besar yang ikut hanyut dihondoh air bah,“ kata Muan (57), salah seorang warga Mungo.

Lain lagi pendapat, Imun (39), warga Indo Baleh. Ia memperkirakan, galodo yang menghanyutkan empat rumah, karena tidak ada lagi penahan arus air. Antara aliran air dan jalan tidak bisa lagi dipisahkan.

“Kita melihat, jalan yang dibangun pemerintah tidak dilengkapi dengan bandar. Karena itu, air yang turun dari arah Gunuang Sago, masuk melalui jalan,“ katanya.

Hingga Rabu siang, warga masih berkerja membersihkan bekas hantaman air bah. Potongan kayu, dan berbagai jenis sampah, menumpuk di sejumlah tempat.

Air bah yang mengejutkan warga Mungo, diawali hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Limapuluh Kota sejak Selasa (19/5) sore, mengakibatkan terjadinya galodo yang menghantam permukimanpenduduk di Nagari Mungo, Kecamatan Luak.

Empat unit rumah penduduk rusak akibat dilanda banjir bandang. Sawah juga banyak yang rusak.

Di antara korban akibat galodo itu, pagar rumah Anif, hanyut sampai ke seberang jalan. Selain itu, air bah juga melanda rumah Ed dan rumah Iwan di kawasan Tanjuanganau, Indo Baleh Timur, persisnya dekat padang rumput yang dikelola Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota Nasriyanto, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Edy SH, kini timya masih dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi di lokasi kejadian.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*