Pasca gempa 5,6, Mentawai 12 kali diguncang gempa susulan

Photo Ilustrasi Gempa

Padang-today.com__ Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat 12 kali gempa bumi susulan pascagempa dengan magnitude 5,6 yang mengguncang Kepulauan Mentawai pada Rabu (13/6) pukul 06.08.29 WIB.

Gempa tektonik yang mengguncang kawasan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada Rabu pagi pukul 06.08.29 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki kekuatan 5,9 skala Richter (SR).

“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,0 LS dan 98,76 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 90 km arah barat Kota Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, pada kedalaman 13 km,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, Kepada wartawan, kamis (14/6/2018).

Menurutnya, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi dangkal yang berada di Samudra Hindia sebelah barat Sumatera.

“Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempa bumi yang sangat aktif di wilayah Sumatera. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran naik (Thrust Fault),” kata dia.

Ia mengatakan, dari dampak gempa bumi berdasarkan Peta Tingkat Guncangan (Shakemap BMKG) menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di daerah Tua Pejat, Mentawai II SIG- BMKG (III-IV MMI ) dan Padang I SIG-BMKG (II MMI ).

Hingga saat ini, lanjutnya, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tegasnya

Terjadinya gempa susulan setelah pasca 5.6 sebanyak 12 kali tersebut cenderung mengecil, pihaknya menyebutkan dari  hasil monitoring BMKG menunjukkan aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) 12 kali dengan rincian pada pukul 06.46 WIB Magnitude 5,5, pukul 09.07 WIB Magnitude 5,6, pukul 09.34 WIB Magnitude 3,5.

“Hingga pukul 11.30 WIB berdasarkan hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan sebanyak 12 kali,” ujarnya.

Kemudian, pada pukul 13.17 WIB gempa susulan dengan Magnitude 3,4, pukul 13.59 WIB Magnitude 5,6, pukul 14.15 WIB Magnitude 4,1, pukul 15.30 WIB Magnitude 3,7, pukul 19.41 WIB Magnitude 4,2, pukul 21.23 WIB Magnitude 4,4, selanjutnya pada 14 Juni 2018 pukul 01.00 WIB Magnitude 3,6, pukul 03.17 WIB Magnitude 3,2 dan pada pukul 06.06 WIB dengan Magnitude 5,1.

Dampak gempa bumi berdasarkan Peta Tingkat Guncangan (Shakemap) BMKG menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di daerah Tua Pejat, Mentawai II SIG- BMKG (III-IV MMI ) dan Padang I SIG-BMKG (II MMI ). (suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*