Pasca Insiden Angso Duo, Walikota Pariaman Berikan Jawaban

Padang-today.com__Kapal pembawa belasan wisatawan Domestik dari Pantai Gandorih menuju Pulau Angso Duo, tenggelam di perairan Pariaman, Sabtu (26-10-2019) kemaren, sekitar pukul 15,15 WIB.

Diduga, kapal yang diketahui mengangkut 12 guru SMP Negeri 1 Palupuh Agam yang akan berwisata ke Pulau Angso Duo itu tenggelam akibat hempasan ombak, sehingga mengalami kebocoran. Akibat kejadian tersebut, satu penumpang domestik dikabarkan tewas, dan penumpang lainya berhasil diselamatkan.

Walikota Pariaman, Genius Umar mengatakan, inseden karamnya kapal wisata pulau Angso Duo yang menewaskan satu orang wisata domestik asal Bukittinggi itu membuat pihak pemerintah akan melakukan evaluasi diri terhadap insiden tersebut.

“Dengan insiden ini adalah sebagai momentum bagi kami untuk dapat melakukan koreksi, yang mana kita cukup menyayangkan perjalanan kapal tersebut tidak sesuai dengan aturan yang berlaku dengan kelayakan kapal untuk membawa penumpang ke pulau tersebut,” kata Walikota Pariaman Genius Umar pada saat menggelar rapat koordinasi dengan pihak pihak terkait di Pantai Gandoriah, Minggu(27/10).

Terkait dengan inseden itu, ia menegaskan kepada pegelola kapal dan pegelola wisata untuk menutup wisata maritim ke Pulau Angso Duo. Pihaknya, kata dia, akan melakukan kesiapan dan penyiapan dalam melakukan wisata maritim pulau angso duo itu.

“Pasca Insiden itu. Pemko Pariaman menutup wisata pulau angso duo selama dua minggu, hal ini kami lakukan untuk mencegah akan karamnya kapal wisata. Selain itu, pihak petugas yang berkaitan dengan ini agar dapat melakukan kesipan dan pesiapan wista maritim Pulau Angso Duo,” kata dia.

Artinya, pihak pemerintah harus siap dalam melayani wisata maritim pulau angso duo tersebut. Kesiapan tersebut dilakukan dengan sistim yang akan diterapkan dan kesiapan petugas seperti, Kesahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) SatPol Air, BPBD, Pariwisata dan Perhubungan dan instansi-instansi terkait.

Diakui, sebelumnya pihaknya masih lemah dalam pengawasan dan minimnya koordinasi yang dilakukan oleh pihak-pihak dalam memajukan pariwisata di daerah itu. “Pihak KSOP dan Pol Air serta pihak pegusaha kapal dan beberapa instansi terkait masih minimnya koordinasi dan pengawasan yang dilakukan dalam wisata maritim Pulau Angso Duo ini,” kata dia.

Ia berharap semua instansi yang berakitan dengan wisata maritim pulau angso duo itu, betul-betul menunjukan kinerja yang baik. Kenapa demikian, wisata satu ini adalah menyangkut nyawa manusia.

“Untuk itu kami dari pihak pemerintah, harus berhati-hati dalam pelaksanaan wisaata maritim pulau angso duo ini. Dan kami akan melakukan pengawasan yang cukup ketat dalam hal wisata yang satu ini,” ujarnya.

Kedepan, pihaknya akan memperbaiki sistem dan melakukan pengawasan terhadap wisata maritim Pulau angso Duo. Selain itu, pihak pemerintah saat ini telah menyiapkan sebanyak 35 unit kapal yang dinyatakan layak untuk meangkut wisata ke pulau angso duo.

“Selama ini pihak pemerintah cukup lemah dengan pengawasan yang dilakukan dalam wisata satu ini, sehingga kapal yang karam membawa wisata domistik tersebut tidak resmi dalam pengangkutan wisata. Artinya, proses pengankutan penumpang yang dilakukan oleh kapal yang karam itu termasuk tidak resmi,” ujarnya. (Herry Suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas