Pasca Insiden Karam Kapal Wisata, Kunjungan ke Pulau Angso Duo di Tutup

Padang-today.com__Kunjungan wisata Pulau Angso Duo, Kota Pariaman, Sumbar, di tutup untuk sementara waktu. Pengelola wisata setempat mengambil kebijakan berdasarkan dengan adanya insiden karamnya satu kapal wisata pegangkut wisata ke pulau Angso Duo di daerah itu.

Diketahui, seorang domestik asal Kota Bukittinggi meninggal dunia di Pulau Angso Duo, saat mengunjungi palua tersebut. Hal ini diduga akibat tingginya ombak serta kapal yang ditumpanginya bocor sehingga kapal tersebut akhirnya karam.

Petugas pengelola kapal wisata pulau Angso Duo, Zainal Effendi membenarkan, kujungan wisata ke Pulau Angso Duo untuk sementara waktu dihentikan.

“Pada hari Minggu, 27-10-2019 pasca insiden karam wisata kemaren, pihak pengelola wisata menutup kunjungan yang hendak berwisata ke pulau tersebut,” kata Zainal Effendi di Muara Pantai Gandoriah, Pariaman, Minggu 27-10-2019.

Pengguna jasa angkutan kapal wisata Angso Duo, kata dia, berdasarkan instruksi dari pihak pemerintah setempat, tidak dibenarkan membawa wisata ke pulau Angso Duo.

Hingga saat ini, kata dia, penegsan untuk dilarangnya berwisata ke pulau tersebut belum ia terima secara tertulis. “Instruksi ini kami dapati dari pihak pemerintah secara lisan,” kata dia.

Sementara Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan mengatakan, pihaknya masih menyelidiki peristiwa karamnya satu kapal wisata di wilayah hukumnya.

“Kami belum menetapkan tersangka karena masih dalam proses penyelidikan,” kata Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan di Pariaman, Minggu.

Ia mengatakan saat ini pihaknya telah memerikasa empat orang saksi dan akan dilanjutkan sejumlah saksi lainnya bahkan hingga kepada korban yang selamat.

Pihaknya juga akan meminta keterangan dari syahbandar serta dinas terkait yang bertanggung jawab atas pembinaan dan pengawasan kapal wisata.

“Namun saat ini kondisi korban masih trauma pascakejadian,” katanya.

Ia menyampaikan penyelidikan tersebut karena pihaknya menilai adanya kemungkinan faktor kelalaian pada peristiwa naas itu sehingga atas perbuatan pelaku kejadian itu masuk ke dalam ranah hukum.

“Apabila terbukti ada kelalaian atau kesengajaan maka sanksi dijatuhkan terhadap pelaku yaitu pidana penjara maksimal 10 tahun dan atau denda Rp1,5 miliar,” kata dia.

Sebelumnya Seorang wisatawan asal Kota Bukittinggi tewas di pantai Gandoriah, Kota Pariaman saat menuju Pulau Angso Duo yang diduga akibat tingginya ombak serta kapal yang ditumpanginya bocor sehingga kapal yang ditumpangi karam.

“Yang tewas itu Masyirida (45) yang merupakan guru di SMPN 1 Palupuah,” kata Kepala SMPN 1 Palapuah Tambril di Pariaman, Sabtu ,yang merupakan salah satu korban yang selamat pada peristiwa naas saat dijumpai di RSUD Pariaman, Sabtu.

Ia mengatakan saat kapal baru mulai berlayar dia telah merasakan hempasan ombak yang kuat sehingga penumpang kapal basah oleh air laut.

“Saat itu kami telah meminta untuk kembali tapi pihak kapal tetap melanjutkan perjalanan,” ujar dia. (herry suger)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas