Pasca Lebaran, Kebun Binatang Mini Icon Daerah

Padangpariaman, PADANGTODAY.com – Lebaran hari raya Idulfitri setiap tahun dirayakan umat Islam di belahan penjuru dunia. Begitu juga di Kabupaten Padangpariaman pelaksanaan hari raya berlangsung meriah. Namun semenjak kantor Bupati Padangpariaman pindah ke Korong Pasa Dama, Kenagarian Paritmalintang, Kecamatan Enam Lingkung perayaan hari raya idulfitri semakin meriah.

Advertisements

Kenapa tidak, kantor bupati baru itu memiliki kebun binatang mini. Kebun binatang tersebut memiliki berbagai jenis binatang. Mulai dari rusa dari istana Bogor, berbagai jenis burung dan ayam. Bahkan ikan koi juga ada di lokasi kebun binatang. Yang tidak kalah penting ada jalan untuk masyarakat yang ingin pijat refleksi di tepi kebun binatang.

Tak pelak lagi di hari raya 1435 hijriah tahun 2014 kebun binatang mini tersebut menjadi icon Kabupaten Padangpariaman. Sebab, di hari raya ini ratusan masyarakat, baik yang ada dalam Kabupaten Padangpariaman yang rantau. Mereka sengaja datang melihat dari dekat kebun binatang mini yang ada di lokasi kantor Bupati Padangpariaman yang baru.

Puluhan mobil pribadi dan kendaraan roda dua berjejr di lokasi kebun binatang. Mobil pribadi tersebut umumnya berplat polisi luar. Bahkan ada yang datang dengan mobil bus berombongan. Semakin senja pengunjung semakin ramai datang ke lokasi. Sebab, mereka para pengunjung juga dapat menikmati sunset (mata hari terbenam).

Bahkan kalangan ibu-ibu dan bapak-bapak sambil membawa anaknya-anaknya bersama-sama memberi makan rusa yang sengaja dibawa Pemkab Padangpariaman dari istana Bogor. Bagi kalangan menjadikan lokasi ibukota kabupaten tersebut untuk berfoto-foto ditepi kebun binatang. Kalau pagi hari banyak masyarakat maraton di jalan untuk pijat refleksi.

Kemudian ekonomi masyarakat juga berjalan dengan baik di lokasi kebun binatang. Kenapa tidak, berberapa pedagangan asongan dengan kendaraan masing-masing berjejer disana. Dagangan para pedagang tersebut laris manis, karena ratusan pengunjung silih berganti datang untuk melihat dari dekat kebun binatang mini milik Pemkab Padangpariaman.

“Sungguh indah dan megah kantor Bupati Padangpariaman di Korong Pasa Dama ini. Kita sengaja pulang kampung dari tanah Jawa hanya untuk melihat bagaimana kantor bupati ini. Ternyata sesampai di lokasi kita sangat terkesima dengan kemegahan dan keindahan. Apalagi ada kebun binatang mini ini,” kata Jhon salah seorang perantau, Kamis (7/08).

Katanya, rusa yang ada di kebun binatang mini masih kurang. Sekiranya, banyak dari jumlah sekarang tentu semakin menarik bagi masyarakat yang mengunjungi. Begitu juga burung dan ayam serta ikan koi juga masih kurang. Artinya, perlu peningkatan untuk kemajuan kebun binatang. “Kalau lengkap saya yakin bisa menjadi icon daerah ke depannya,” ujarnya.

Dikatakan, perlu dilakukan evaluasi dan pembenahan tentang kebun binatang tersebut. Kalau bisa ditempatkan petugas khusus untuk melakukan perawatan kebun binatang itu setiap hari. Sehingga kebun binatang betul-betul terawat dan dikelola secara profesional. Dengan demikian kebun binatang semakin menarik dikunjungi pengunjung dari berbagai daerah.

Terpisah, Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni, Kamis (7/08), mengakui ratusan pengunjung dari berbagai daerah, setiap hari di lebaran kali ini silih berganti datang ke kebun binatang mini itu. Mereka datang dengan keluarga masing-masing. Bahkan mereka sengaja pulang dari rantau untuk melihat dari dekat kebun binatang mini tersebut.

Katanya, kebun binatang mini akan dilengkapi sarana para sarana. Namun, dilaksanakan secara bertahap. Apalagi kebun bianatang ini telah dilihat oleh mantan Menkokesra H Azwar Anas dan Dirjen Kemenagri Jhohermansyah Jhoan. Bahkan telah ratusan pejabat penting datang melihat kebun binatang ini semenjak beroperasi hingga kini.

Ditambah lagi di lebaran kali ini semakin banyak pengunjung datang. Pengunjung mulai dari pagi hingga sore hari semakin banyak. Kondisi demikian dimanfaatkan oleh para pedagang, dari pedagang sate keliling dan es. Artinya, kebun binatang ini berdampak untuk kemajuan ekonomi masyarakat dan Padangpariaman unggul dalam segala bidang pembangunan.

Kondisi di kantor bupati ini juga berimbas ke lokasi-lokasi wisata yang ada di Kabupaten Padangpariaman kata Ali Mukhni. Mulai dari Pantai Tiram di Kecamatan Ulakan Tapakis. Di lebaran kali ini ribuan pengunjung padati objek wisata pantai. Apalagi kalau malam mata pengunjung akan memlihat pohon-pohon aru yang dipasang lampu aneka warna.

Sehingga kondisi Pantai Tiram semakin menarik dan indah. Bahkan kalau bisa dikatakan, Pantai Tiram seperti pantai Negara Hongkong. Di lokasi pantai tersebut juga dilengkapi sarana para sarana. Mulai pembangunan MCK dan musalla. Sehingga pengunjung tidak susah-susah untuk mencari MCK ( buang air ) atau tempat shalat, kalau waktu shalat masuk.

“Kita butuh dukungan semua pihak agar kondisi keramaian Padangpariaman ini terus berlanjut. Baik di kebun binatang mini maupun Pantai Tiram atau titik-titik pantai yang dijadikan lokasi objek wisata di Kabupaten Padangpariaman. Semua itu penting agar pengunjung betah untuk kembali datang melihat dari dekat,” papar Ali Mukhni.

Apalagi katanya, pembangunan di sepanjang pantai Tiram hingga kini terus berjalan dengan baik. Mulai dari pembangunan pelabuhan dan Balai Pelatihan Pendidikan Ilmu Pelayaran (BP2IP). Sehingga pengunjung ke depan semakin betah untuk datang melihat objek wisata pantai tersebut. Dengan demikian visi dan misi daerah semakin cepat terujutnya.

Pasalnya, ramai pengunjung yang akan menikmati langsung adalah masyarakat pedagang. Pengunjung datang pasti membelanjakan uangnya di lokasi yang mereka datang. Tinggi perputaran uang merasakan nikmatnya Padangpariaman. Untuk itu masri lanjutnya, sama-sama menjaga, salah satu sisi pelayanan kepada masyarakat kepada pengunjung tersebut.

Seperti pelayanan yang diberikan pedagang kepada pengunjung. Berikan pelayanan terbaik kepada semua pengunjung. Kalau bisa pedagang yang berjualan di warung-warung nasi di sepanjang Pantai Tiram memiliki dafftar tarif. Sehingga masyakarat pengunjung yang datang ke sana dapat mengukur berapa isi sakunya untuk membayar makan disana.

“Saya yakin dan percaya kalau pedagang menerapkan pola daftar tarif, Pantai Tiram ini tidak akan kalah pantai dengan Propinsi Bali atau pantai-pantai lain yang ada di Indonesia ini. Kuncinya, hanya pelayanan masyarakat di sekitar lokasi wisata, seperti di Pantai Tiram dan kebun binatang. Pedagang jangan main pakuak harga,” ujarnya. (nur/ari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*